Pandemi Covid-19, Proyek Amphitheatre di Kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu Mangkrak

Salah seorang warga setempat saat menunjukan lokasi proyek pembangunan amphitheatreo yang mangkrak, di kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu, tepatnya di Panenjoan, Desa/Kecamatan Ciemas.

Salah seorang warga setempat saat menunjukan lokasi proyek pembangunan amphitheatreo yang mangkrak, di kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu, tepatnya di Panenjoan, Desa/Kecamatan Ciemas.


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Merebaknya wabah virus corona atau Covid-19, tak hanya menjadi ancaman mematikan bagi manusia, tapi juga berpengaruh besar terhadap pembanguban di Kabupaten Sukabumi.

Salah satunya proyek pembangunan amphitheatreo di kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu, tepatnya di Panenjoan, Desa/Kecamatan Ciemas, terhambat proses pembangunannya.

PPK Pembangunan Amphitheatre di kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu, Asep Mulyana mengatakan, proyek yang dibangun sejak tahun 2019 lalu tersebut, telah memakan biaya sebesar Rp4,5 Miliyar.

“Iya, mangkrak pembangunannya karena anggarannya terkena refocusing Covid-19,” kata Asep kepada Radar Sukabumi (Group Pojoksatu.id), Kamis (22/10/2020).

Menurutnya, progres pembangunan amphitheatreo itu terhambat karena hampir seluruh anggaran untuk pembangunan di setiap daerah terkena pergeseran semenjak pandemi Covid-19.

“Pembangunan yang sudah dilakukan saat ini, baru tahap pertama. Nah, rencananya tahun depan diselesaikan anggaranya namun terkena refocusing Covid-19,” paparnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pembangunan amphitheatre yang berfungsi sebagai sarana penunjang di kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu itu, merupakan usulan dan rekomendasi dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

“Rencanwnya, kalau tidak ada perubahan Rp8 miliar lagi di tahun 2021 sekarang sedang di review DED nya, yang kemarin baru struktur dan cut and fill dan beberapa fasilitas kios, WC belum maksimal,” paparnya.

Ketika disinggung mengenai adanya kerusakan bangunan amphitheatreo yang kini tengah mangkrak tersebut. Pihaknya menjawab akan diperbaiki kembali melalui anggaran baru.

“Pembangunan amphitheatre ini, dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat sebagai fasilitas penunjang pertunjukan seni dan budaya,” pungkasnya.

(RS/den/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds