Penerapan Sanksi Protokol Kesehatan di Kota Sukabumi Belum Berjalan

Ilustrasi.

Ilustrasi.


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Penerapan sanksi sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwal) nomer 36 tahun 2020 tentang sanksi protokol kesehatan nampaknya belum dilakukan. Satuan polisi Pamong Praja Kota Sukabumi sedang berkoordinasi dengan Pemprov Jabar terkait sistem teknis penindakan.

“Hingga saat ini operasi yustisi mengenai Perwal protokol kesehatan belum kita lakukan,” ujar Kasi Pembinaan pengawasan dan penyuluhan, Satpol PP Kota Sukabumi, Wawan, rabu (21/10).

Pihaknya saat ini masih melakukan sosialisasi kepada masyarakat, perusahaan, pertokoan dan lainnya.

“Setelah Perwal nomer 36 tahun 2020 turun, kita sudah melakukan sosialisasi pada masyarakat,” ungkapnya.

Terkait penegakan Perwal nomer 36 tahun 2020 turunan dari Pergub nomer 60 tahun 2020 kata Wawan belum bisa dilakukan karena ada keterkaitan dengan peraturan yang dikeluarkan Pemprov Jabar.

“Sehingga saat ini terkait dengan penegakan sanksi berdasarkan Perwal dan Pergub tersebut masih menunggu teknis yang masih dalam proses pembahasan dengan Pemprov Jabar,” katanya.

Sebelumnya, Walikota Sukabumi Achmad Fahmi, mengatakan, akan segera mengkaji ulang Perwal sanksi pelanggaran protokol kesehatan diperkuat menjadi Peraturan Daerah (Perda).

“Beberapa pihak kekuatan Perwal tersebut tidak mengikat, jadi harus berbentuk Perda baru pengenaan sanksinya bisa kuat, tapi dalam kondisi saat ini kita maksimalkan Perwalnya,” katanya.

Fahmi menambahkan, pihaknya telah minta Tim Perda Pemkot Sukabumi untuk mengkaji ulang Perwal tersebut agar bisa dijadikan Perda.

“Memang betul Perwal itu masih bersifat tidak begitu mengikat, dan sulit untuk menerapkan sanksinya. Oleh karenanya kita ada keinginan untuk meningkatan menjadi Perda,” pungkasnya.

(RS/bal/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds