Sukabumi Siap Divaksin Covid-19

Vaksin Covid-19./Foto: Istimewa

Vaksin Covid-19./Foto: Istimewa


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Sudah 1620 relawan disuntikan vaksin untuk yang pertama. Seluruh relawan tersebut berasal dari Bandung. Nah, baik Pemkot maupun Pemkab Sukabumi sudah mulai ancang-ancang untuk melakukan vaksinasi kepada masyarakat.

Pemkot Sukabumi pun saat ini masih melakukan pelatihan terlebih dulu untuk pemberian vaksin.

“Baru setelah pelatihan nanti, dihitung berapa banyak vaksin dan anggaran yang dibutuhkan di Kota Sukabumi. Kami menargetkan pada akhir Desember atau awal Januari sudah ada vaksinasi,” beber Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Sukabumi, Wahyu Handriana kepada Radar Sukabumi (Group Pojoksatu.id), Senin (19/10/2020).

Menurutnya, dalam pemberian vaksin nantinya bakal dilakukan terlebih dulu terhadap para petugas kesehatan baik di rumah sakit, maupun petugas kesehatan disetiap puskesmas.

“Kalau di rumah sakit RSUD Syamsudin saja, petugas yang menangani Covid-19 sudah sekitar 286 orang, belum lagi disetiap puskesmas. Ya, lebih dari seribu orang,” bebernya.

Sementara itu, Pjs Bupati Sukabumi, Raden Gani Muhammad mengatakan, pihaknya tengah melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat untuk mengusulkan bantuan vaksinasi Covid-19.

“Vaksin itu, peraturan presidennya sudah terbit. Dan Presiden Joko Widodo sudah mendatangani Perpres tentang vaksin. Nanti akan dibuka ada bantuan pemerintah pusat untuk vaksin Covid-19 itu, pasti akan kita disampaikan lagi informasinya,” kata Raden Gani.

Untuk itu, saat ini Pemkab Sukabumi selain tengah melakukan komunikasi secara intens dengan pemerintah pusat, juga pihaknya masih memantau kejelasan serta kepastian perihal bisa tidaknya vaksinasi Covid-19 itu digunakan.

“Vaksinasi Covid-19 ini bertujuan untuk menjaga kekebalan tubuh, maka idealnya semua warga harus mendapatkan vaksin itu. Tetapi kalau jatah atau kuotanya terbatas, pasti akan ada skala prioritas. Semisal melihat aspek usia, resiko dan semua itu akan kita atur dan disesuaikan dengan jumlah kuota vaksinasi. Iya, nanti lihat saja perkembangannya seperti apa,” paparnya.

(RS/bam/den/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds