PSBB DKI Jakarta, Penumpang Bus Jurusan Jabodetabek di Terminal Tipe A Sukabumi Turun Drastis

Terminal Tipe A KH Ahmad Sanusi Jalan Lingkar Selatan Kota Sukabumi

Terminal Tipe A KH Ahmad Sanusi Jalan Lingkar Selatan Kota Sukabumi


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Memasuki pemberlakuan kembali penerapan Pembatasan Sosial Bersekala Besaar (PSBB) DKI Jakarta, jumlah penumpang bus jurusan Jabodetabek mengalami penurunan.

Terbukti, dari data yang tercatat di Terminal Tipe A Sukabumi terhitung pada tanggal 1-17 September keberangkatan kendaraan sebanyak 569 unit dengan 1.818 penumpang. Sedangkan, kedatangan kendaraan sebanyak 521 unit dan 1.556 penumpang.

Angka ini lebih rendah apabila dibandingkan dengan jumlah penumpang pada Agustus lalu yang keberangkatannya mencapai 1.041 kendaraan dan 3.387 penumpang. Sementara untuk kedatangan bus dari Jakarta-Sukabumi 996 unit dengan 2.770 penumpang.

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Terminal Tipe A Sukabumi, Heri Purnama Kosasih mengatakan, normalnya rata-rata sebanyak 600 penumpang per hari namun saat ini hanya sampai di kisaran 450 penumpang per hari di Terminal Tipe A Sukabumi.

“Jika melihat data yang ada, setelah kembali pemberlakuan PSBB DKI Jakarta memang jumlah penumpang Bus AKAP mengalami penurunan apabila dibandingkan sebelum di berlakukan PSBB,” kata Heri kepada Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group), Jumat (18/09/2020).

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta nomor 156 tahun 2020, ada beberapa penyesuaian yang harus dilakukan saat bus beroperasi, baik dari Sukabumi menuju Jakarta maupun sebaliknya.

“Saat ini pemberangkatan jurusan Sukabumi-Jakarta hanya satu rit, pulang pergi. Kalau sebelumnya bisa sampai dua rit. Selain itu, saat ini jumlah penumpang juga dibatasi 50 persen,” ujarnya.

Menurut Heri, pemberangkatan di luar Jabodetabek seperti ke Bandung dan daerah lainnya sejauh ini masih aman.

“Hanya Jabodetabek saja yang terdampak, di luar itu masih tetap normal,” ucapnya.

Di masa pandemi Covid-19 ini, sambung Heri, pihaknya menerapkan protokol kesehatan seperti menyediakan tempat cuci tangan, melakukan pengecekan suhu tubuh dan protokol kesehatan lainnya.

“Selain itu para penumpang juga disarankan membawa Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) sesuai dengan anjuran pemerintah,” pungkasnya.

(RS/bam/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds