Dua Pasien Probable Covid-19 di Kabupaten Sukabumi Kembali Meninggal, Positif Bertambah Empat

Ilustrasi.

Ilustrasi.


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Jumlah pasen probable Covid-19 meninggal di Kabupaten Sukabumi terus bertambah. Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat dua dua pasien yang statusnya probable Covid-19 meninggal dunia.

Semuanya berjenis kelamin perempuan. Seperti satu pasien asal warga Cirenghas berusia 60 tahun dan berusia 56 tahun asal Kecamatan Cisaat.

“Dua pasien yang probable ini, meninggal dunia karena mereka memiliki riwayat penyakit jantung, paru-paru dan pneumonia,” beber Staf anggota Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Sukabumi (Pusikokami), Neng kepada Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group), Jumat (18/09/2020).

Selain itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Sukabumi juga mencatat terjadi penambahan pasien positif Covid-19 sebanyak empat orang. Dengan penambahan tersebut, jumlah kasus pasien positif corona dari awal hingga saat ini terdapat 132 orang. Dari jumlah tesebut, 109 orang dinyatakan sembuh dan 13 orang di isolasi serta enam orang diantaranya masih dilakukan karantina.

“Pada hari sebelumnya, jumlah pasien positif hanya berjumlah 128 orang. Dengan adanya penambahan kasus sebanyak empat orang, maka jumlah total secara keseluruhan hingg saat ini ada 132 orang,” tambahnya.

Empat pasien yang terkonfirmasi positif ini, tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi. Yakni, perempuan berusia 65 tahun asal Kecamatan Cisaat, perempuan berusia 58 tahun asal Kecamatan Cicantayan, perempuan berusia 30 tahun asal Kecamatan Cibadak dan satu pasien lagi merupakan seorang laki-laki berusia 26 tahun asal Kecamatan Cisolok.

“Pasien asal Kecamatan Cisaat telah terkonfirmasi positif Covid 19 karena ia bekerja di wilayah Kota Sukabumi. Sementara untuk pasien Cicantayan memiliki riwayat perjalan bolak-balik pasar Kota Sukabumi. Sedangkan pasien asal Cibadak telah terpapar Covid 19 karena ia bekerja melayani pasien dan satu pasien lagi asal Kecamatan Cisolok, ia memiliki perjalanan ke Jakarta karena ia bekerja di sana,” paparnya.

(RS/den/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds