Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Kota dan Kabupaten Sukabumi Sudah Tembus 306 Pasien

virus corona

virus corona


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Jumlah kasus Covid-19 di Kota dan Kabupaten Sukabumi sudah tembus angka 306 pasien. Dimana rinciannya, di Kota Sukabumi total jumlah positif mencapai 178 pasien. Sedangkan untuk di Kabupaten Sukabumi, total pasen yang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan sample swab mencapai 238 orang.

Pemerintah baik Kota maupun Kabupaten Sukabumi pun terus melakukan berbagai upaya dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona tersebut. Bahkan saat ini, tengah dilakukan operasi yustisi demi membuat masyarkat sadar akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan terutama memakai masker.

Soalnya, sampai saat ini kesadaran masyarakat yang menggunakan masker di saat pandemi corona masih minim. Warga masih banyak mengabaikan himbauan pemerintah agar penggunaan masker wajib digunakan. Terutama saat melakukan aktivitas seharihari. Hal ini juga terlihat ketika Muspika Kecamatan Kebonpedes melakukan operasi yustisi untuk peningkatan pendisiplinan dan penegakan hukum protokol kesehatan.

Operasi yustisi yang diselenggarakan di dua titik ini yakni stasioner dan mobiling. Udapun stasioner, bertempat di persimpangan Kampung Selaawi, sementara untuk giat mobiling melalui route Jalan Nangela-Jalan Sasagaran-jalan Bojonggaling-Cimuncang-Jalan Cipari-Jalan Jambenenggang hingga Jalan Raya Cikaret, Kecamatan Kebonpedes.

Danposramil Kebonpedes Pelda Iwan S Subekti mengatakan, dalam operasi ini, petugas gabungan selain memberikan imbauan protokol kesehatan melalui pengeras suara dan beberapa alat peraga, juga turut memberikan sanksi sosial kepada sejumlah warga yang kedapatan belum menerapkan protokol kesehatan.

“Dalam operasi ini, banyak warga yang terjaring. Namun kami mengambil 20 warga untuk dijadikan sample yang tidak menggunakan masker salah satunya dengan memberikan sanksi push up dan pengucapan Pancasila,” jelas Iwan kepada Radar Sukabumi (Group Pojoksatu.id), Kamis (17/09/2020).

Dari 20 warga yang terjaring dalam operasi ini, mereka mayoritas berusia dari mulai 14 tahun sampai 40 tahun. Namun ironisnya, saat di berikan sanksi untuk pengucapan Pancasila, mereka banyak tidak bisa mengucapkannya dengan benar.

“Dari 20 warga itu, hanya dua orang yang hafal, itu pun kita bimbing dalam pengucapan Pancasila-nya,” paparnya.

(RS/den/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds