Parkir Sembarangan di Pusat Perkotaan Kembali Menjamur

Jalur Timur Jalan Ir H Djuanda atau yang dikenal dengan nama Dago saat dipadati kendaraan roda empat dan roda dua.

Jalur Timur Jalan Ir H Djuanda atau yang dikenal dengan nama Dago saat dipadati kendaraan roda empat dan roda dua.


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Penertiban Parkir sembarangan di pusat perkotaan yang digalakan oleh Dinas Perhubungan kota Sukabumi nampaknya terhenti. Soalnya sampai saat ini masih banyak kendaraan bermotor roda dua dan empat yang parkir di badan jalan, tidak sesuai peruntukannya.

“Ya waktu itu Dishub, pihak kepolisian , TNI dan Satpol PP rajin berkeliling menertibkan parkir sembaranga. Tapi kini kelihatannya sudah tidak ada lagi, otomatis parkir sembarangan banyak,” ujar Warga Kecamatan Cikole, David Hidayat kepada Radar Sukabumi (Group Pojoksatu.id), Selasa (08/09/2020).

Program dari Dishub itu kata David sangat bagus sekali, mendisiplinkan masyarakat agar parkir sesuai dengan aturan. Apalagi kesadaran masyarakat di Sukabumi ini sangat rendah, kalau tidak ada penegakan pasti berulah kembali.

“Tahu sendiri di kita ini harus didisiplinkan, kalau kesadaran sendiri susah. Kita ini kota kecil jangan sampai semerwut,” katanya.

Dirinya berharap penertiban parkir sembarangan dengan sanksi bisa terus digalakan. Meskipun kondisi Pandemi Covid-19 tapi kata David tidak berpengaruh.

“Ini kan masalahnya kesadaran masyarakat. Kalau tidak sadar ya harus diingatkan kembali,” harapnya.

Sebelumnya Dishub memberian sanksi tempel stiker bagi kendaraan yang parkir liar, atau digembok dan diderek lalu bisa membuat efek jera dan rasa malu bagi pelanggara lalu lintas seuai dengan aturan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Abdul Rachman mengatakan sejak datangnya masa Pandemi Covid-19, kegiatan penegakan Peraturan Daerah (Perda) nomor 5 tahun 2018 tentang penyelenggaraan Perhubungan, pasal 28 yang mengatur perparkiran, pihaknya menahan diri tidak terlalu keras memberikan sanksi kepada masyarakat yang melanggar aturan.

“Sejak masa pandemi memang kita agak menahan diri untuk tidak terlalu tegas ke masyarakat yang memarkirkan kendaraan di zona larangan parkir,”kata Abdul.

Selain itu, terhentinya kegiatan ini kata Abdul lantaran keterbatasan personil dilapangan. Namun pihaknya akan mengoptimalkan dan mengevaluasi kembali kegiatan tersebut.

“Laporan dari masyarakat tentang masih adanya kendaraan yang parkir liar dan parkir di atas trotoar menjadi evaluasi yang nantinya akan disampaikan ke temen-temen,”ujar Kadishub.

Selanjutnya Dishub akan segera mengambil kebijakan untuk kembali menjalankan kegiatan Penegakan Perda Penyelenggaraan Perhubungan, sedangkan bentuk sanksi yang akan diberikan kepada para pelanggar, akan kembali dirembukan dengan jajarannya.

“Masukan dari masyarakat untuk pemberian sanksi akan kami rembukan kembali, memang dibutuhkan kerjasama semua pihak untuk menegakkan Perda khususunya penertiban parkir liar,”pungkasnya.

(RS/bal/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds