Persiapan KBM Tatap Muka di Kota Sukabumi, Sudah 140 Guru Dites Swab

Sebanyak 170 guru dari 15 SMA/SMK/MA sederajat di Kota Sukabumi melaksanakan swab dalam rangka persiapan melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka secara langsung di Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Rabu (19/8/2020).

Sebanyak 170 guru dari 15 SMA/SMK/MA sederajat di Kota Sukabumi melaksanakan swab dalam rangka persiapan melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka secara langsung di Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Rabu (19/8/2020).


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Menjelang persiapan belajar tatap muka di sekolah SMA/SMK sederajat di Kota Sukabumi, sejumlah guru melakukan pengambilan sample swab. Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Sukabumi mencatat, saat ini pihaknya sudah melakukan pengambilan sample swab kepada 140 guru.

“Total sudah ada 140 guru yang sudah kita ambil sample swab nya. Sebelumnya pun, di minggu pertama 115 tenaga pengajar dari sekitar 13 sekolah di tingkat SMA/SMK telah dilakukan pengambilan sempel swab,” ujar Juru Bicara Covid-19 Kota Sukabumi, Wahyu Handriana.

Ditambahkan Wahyu, di pekan kedua sebanyak 25 guru dari tiga sekolah yang sudah mengajukan untuk tes swab. Untuk itu, pihaknya masih menunggu 17 sekolah untuk dilakukan pengambilan sample swab. Guru-guru yang dilakukan tes swab adalah dari sekolah yang mereka sudah dinyatakan lolos verifikasi oleh Tim Satgas Penanganan Covid-19.

Wahyu menyebutkan, hasil verifikasi dari 58 sekolah yng diajukan, hanya 31 sekolah yang dinyatakan lolos verfikasi. Untuk iyu, bagi sekolah yang dinyatakan lolos wajib mengirimkan guru sebanyak 10 persen dari total guru di masingmasing sekolah.

“Yang mengajukan untuk di swab adalah sekolahnya. Kami satgas siap untuk melakukan tes,” terangnya.

“Saat ini kita masih menunggu hasil pemeriksaan Labkesda Jabar, mudah-mudahan bisa secepatnya,” harap Wahyu.

Dikatakan Wahyu, apabila nantinya hasil smpel swab sejumlah tenaga pengajar tersebut menunjukkan terkonfrimasi, maka akan langsung dilakukan penanganan dan penanggulangan dengan melakukan isolasi mandiri. Dan Tim Satgas akan melakukan tracking, trashing serta screening, terhadap orang yang berada disekitar lingkungan guru tersebut.

“Jika memang nanti hasilnya ditemukan kembali, maka kami akan laporkan dan bagi yang terpapar harus isolasi secara mandiri. Namun untuk KBM tatap muka, itu nantinya keputusan ada di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat,” ucapnya.

Ia juga menambahkan, bagi guru yang memiliki penyakit bawaan seperti gula, jantung dan penyakit lainnya disarankan untuk melakukan pembelajaran secara daring. Terkecuali memang sudah terkontrol.

(RS/wdy/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds