Tak Masuk Kualifikasi, Penataan Jalur Pedestrian Jalan IR H Djuanda Gagal Lagi

Jalan IR H Djuanda yang digadanggadang akan seperti pendestrian di Kota Bandung batal dilakukan perbaikan atau Pedestrian lantaran tidak memenuhi persyaratan kualifi kasi.

Jalan IR H Djuanda yang digadanggadang akan seperti pendestrian di Kota Bandung batal dilakukan perbaikan atau Pedestrian lantaran tidak memenuhi persyaratan kualifi kasi.


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Masyarakat Kota Sukabumi harus kembali bersabar, menikmati kegiatan penataan Jalur Pedestrian Jalan IR H Djuanda yang digadang-gadang akan seperti pendestrian di Kota Bandung. Soalnya, proses tender yang telah dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Sukabumi kembali gagal lelang.

“Dari hasil tim Pokja Bagian Pengadaan Barang dan Jasa ( BPBJ), penawaran dari enam perusahaan yang masuk, semua gugur. Soalnya tidak memenuhi persyaratan kualifi kasi. Jadi belum ada penetapan pemenang tender,” ujar Kepala BPBJ Kota Sukabumi, Fahrurrazi, Rabu (12/8/2020).

Proses pengajuan tender itu sudah berjalan sejak Juni 2020 lalu, tahapan sudah dilalui. Pada proses evaluasi penawaran dan kualifikasi, semua perusahaan tidak ada yang lulus. Padahal sudah jelas dalam Permen PU nomor 14 tahun 2020, tentang pelaksanaan pengadaan untuk pekerjaan kontruksi.

“Perusahaan tidak menyampaikan bukti kepemilikan alat, hanya perjanjian sewa alat saja. Lalu laporan sisa kemampuan nyata keuangan tidak disertai dengan hasil audit kantor akuntan publik,”jelasnya.

Ditambahkan Fahrurrazi, syarat kualifi kasi terkait personil managerial yang tidak memenuhi persyaratan. Hal-hal tersebut yang paling dominan menyebabkan gugurnya dari enam perusahaan yang mengikuti tender tersebut.

Dirinya berharap penjabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk segera mengajukan kembali tender ulang. Semua peserta agar bisa memperbaiki persyaratan yang sesaui dengan aturan.

“Proses pengerjaan tender jalan dago ini 120 hari kerja. Sementara sisa waktu tidak akan mencukupi, maka PPK harus melakukan penyesuaian kembali. Mengatur strategi untuk pemaketan kegiatan tersebut,” katanya.

Fahrurazi berharap PPK bisa secepatnya mengambil keputusan agar anggaran tersebut bisa terserap dan pembangunan bisa berjalan. Anggaran untuk tender tersebut bersumber dari APBD Kota Sukabumi 2020, dengan nilai Rp2,6 miliar.

“Ada beberapa atlernatif yang bisa dilakukan oleh PPK. Paket pekerjaan bisa dipecah menjadi dua tahap. Ataupun pekerjaan bisa dikurangi,” pungkasnya.

(RS/bal/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds