Presiden Jokowi Minta Wilayah Kabupaten Sukabumi Masuk Zona Hijau

Bupati Sukabumi, Marwan Hamami didampingi Kapolres Sukabumi AKBP Mokhamad Lukman Syarif, Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi, Letkol Arm Suyikno serta dinas dan lembaga terkait saat mengikuti Video Conference dengan Presiden Joko Widodo dan Gubernur Jawa Barat, M Ridwan Kamil di Aula Setda - Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Selasa (11/8).

Bupati Sukabumi, Marwan Hamami didampingi Kapolres Sukabumi AKBP Mokhamad Lukman Syarif, Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi, Letkol Arm Suyikno serta dinas dan lembaga terkait saat mengikuti Video Conference dengan Presiden Joko Widodo dan Gubernur Jawa Barat, M Ridwan Kamil di Aula Setda - Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Selasa (11/8).


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Bupati Sukabumi, Marwan Hamami diminta Presiden Joko Widodo agar wilayah Kabupaten Sukabumi bisa masuk zona hijau. Permintaan itu disampaikan melalui Video Conference di Aula Setda – Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Selasa (11/8).

Acara diawali laporan Gubernur Jawa Barat, M. Ridwan Kamil tentang kondisi Percepatan Penanggulangan Covid-19 di Jawa Barat selama bulan Agustus 2020 diantaranya Jumlah Tes PCR mencapai 175.260, Zona Risiko Kabupaten/Kota di Jabar terdapat 14 Kab/Kota, sedang dan 13 Kab/Kota berisiko rendah.

Gubernur juga melaporkan pelaksanaan Pergub 60/2020 tentang Pengenaan Sanksi Administratif terhadap Pelanggaran Tertib Kesehatan dalam Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar dan Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Penanggulangan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Daerah Provinsi Jawa Barat.

Bupati Sukabumi, Marwan Hamami menyampaikan, dalam arahannya presiden berharap kondisi wilayah di Jawa Barat bisa mendekati zona hijau dan daerah bisa menanggulangi persoalan ekonomi kemasyarakatan.

“Penguatan pada struktur ekonomi di daerah harus dilakukan secara optimal supaya tidak terdampak lebih jauh oleh masalah covid 19,” kata Marwan Hamami, Selasa (11/8).

Marwan juga menjelaskan, potensi pertanian menjadi prioritas supaya ketahanan pangan bisa terjaga untuk mengantisipasi jika nanti terjadi menurunnya daya beli, masyarakat masih mempunyai cadangan-cadangan pangan.

“Untuk Sukabumi dari mulai ketahanan pangan, hasil produksi pertanian, kita masih bisa mendistribusikan ke kota-kota lain yang hari ini disuplai oleh Kabupaten Sukabumi lewat pasar tani,” jelas Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi tersebut.

Tak hanya itu, Bupati Sukabumi menegaskan, Presiden juga meminta terus mensosialisasikan wajib masker dan physical distancing serta menghindari kerumunan.

“Jelas di Jawa Barat sudah wajib masker, di Sukabumi sendiri kita terus mensosialisasikan disiplin penerapan protokol kesehatan,” tutupnya.

(RS/upi/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds