KBM Tatap Muka di Kota Sukabumi Selangkah Lagi

Ketua Ombudsman Perwakilan Provinsi Jawa Barat, Haneda Sri Lastoto bersama perwakilan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Provinsi Jawa Barat serta tim verifi kasi dari Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sukabumi saat meninjau kesiapan KBM tatap muka di SMKN 2 Kota Sukabumi, selasa (11/8/2020)

Ketua Ombudsman Perwakilan Provinsi Jawa Barat, Haneda Sri Lastoto bersama perwakilan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Provinsi Jawa Barat serta tim verifi kasi dari Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sukabumi saat meninjau kesiapan KBM tatap muka di SMKN 2 Kota Sukabumi, selasa (11/8/2020)


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Meskipun gelombang penambahan kasus positif Covid-19 terus terjadi, nampaknya tak menyurutkan niat Pemkot Sukabumi untuk kembali membuka Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka.

Selasa (11/8/2020), Tim Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sukabumi melakukan peninjauan atau verifi kasi terhadap sekolah tingkat lanjutan SMA/ SMK sederajat guna mengetahui kesiapan menghadapi KBM) tatap muka di sekolah.

“Hari ini (kemarin. red) kita mengecek secara lansung sekolah-sekolah yang memang sudah direkomendasikan oleh Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Provinsi Jawa Barat. Kita disini melakukan verifi kasi sekolah mana saja yang memang benar-benar sudah siap untuk menggelar KBM tatap muka,” ujar Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sukabumi, Wahyu Hardiana, kepada Radar Sukabumi (Group Pojoksatu.id).

Dikatakan Wahyu, verifi kasi oleh Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 ini di bagi kedalam tujuh tim. Untuk hari pertama, ada sekitar 21 sekolah yang dilakukan pengecekan.

“Yang direkomendasi dari KCD ada 58 sekolah SMA/SMK yang lolos verifi kasi. Tetapi untuk hari ini (kemarin. red) kita hanya mengecek ke-21 sekolah. Karena pelaksanaannya sendiri itu selama tiga hari mulai Selasa sampai Kamis depan,” tuturnya.

Wahyu menambahkan, hasil verifikasi ini nantinya akan diserahkan ke Gugus Tugas sehingga hasil akhirnya diijinkan atau tidak-nya KBM tatap muka dilaksanakan diputuskan oleh Gugus Tugas.

“Pengecekan tidak hanya melibatkan Satgas saja, tetapi juga melibatkan unsur pendidikan lainnya. SepertiDinasPendidikan danKebudayaanKotaSukabumi, PGRI, BMPS dan Persatuan Guru Madrasah,” tutup Wahyu.

Tak hanya tim verifikasi, Ombudsman Provinsi Jawa Barat pun ikut memantau persiapan KBM tatap muka yang rencananya dibukan pada 18 Agustus 2020. Ombudsman melakukan beberapa kunjungan ke SMA dan SMK yang ada di Kota Sukabumi.

Ketua Ombudsman Perwakilan Provinsi Jawa Barat, Haneda Sri Lastoto, mengatakan bahwa kunjungan ini merupakan salah satu tugas dari Ombudsman untuk melakukan koordinasi pada bidang pendidikan.

”Kunjungan ini dalam rangka memantau kesiapan sekolah melakukan pembelajaran tatap muka,” tuturnya.

Haneda menambahkan hasil dari kunjungan tersebut ia menilai sudah ada beberapa sekolah memperlihatkan kesiapan mereka dengan telah menerapkan berbagai protokol kesehatan. Namun di tegaskannya, berbagai kesiapan tersebut harus bisa memberikan jaminan bahwa peserta didik aman dari penyebaran Covid-19.

“Harapannya, pembelajaran tatap muka bisa segera dimulai. Namun juga ditegaskan proses pembukaan sekolah harus diiringi dengan pemahaman dan penerapan protokol kesehatan oleh semua pihak,” pungkasnya.

(RS/wdy/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds