KBM Daring Kurang Efektif, Sekolah di Kota Sukabumi Siap ‘Lawan’ Corona

(Ilustrasi) KBM tatap muka di Kota Sukabumi. (ist)

(Ilustrasi) KBM tatap muka di Kota Sukabumi. (ist)


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Dunia pendidikan diklaim sudah siap membuka Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka dan ‘melawan’ corona. Dari hasil survei Dewan Pendidikan Kota Sukabumi kepada puluhan sekolah mulai dari tingkatan PAUD hingga SMA/SMK pada pertengahan Juli 2020, hasilnya bahwa 60 persen sekolah siap menggelar KBM tatap muka.

“Selama Juli tanggal 2 sampai 25 kita tim Dewan Pendidikan Kota Sukabumi melakukan verifi kasi kepada sekolah mulai dari PAUD, TK, SD, SMP dan SMA Negeri maupun Swasta. Tujuan kita adalah ingin memantau secara langsung bagaimana kesiapan mereka menghadapi masa adaptasi baru nanti dan tentunya ingin memantau KBM secara daring,” tutur Sekretaris Dewan Pendidikan Kota Sukabumi, Beni Kurniawan.

Dari hasil pemantauan tersebut, bahwa 60 persen sekolah negeri maupun swasta siap menggelar KBM tatap muka. Mulai dari kesiapan sarana dan prasana, administrasi hingga kesanggupan orang tua dan guru.

“Yang belum siap itu ratarata terkendala di sarana dan prasarana karena kurangnya dana,” tuturnya.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada Pemkot Sukabumi agar bisa membantu sekolah-sekolah swasta khususnya untuk membantu sarana dan prasarana di sekolah. Agar, semua sekolah di Kota Sukabumi secara serentak bisa menggelar KBM tatap muka.

“Seperti kita tahu ya, bahwa pandemi Covid-19 membawa dampak besar khusunya keuangan. Dampak ini sangat terasa bagi sekolah swasta. Banyak sekolah yang penghasilannya berkurang akibat pandemi ini,” pungkasnya.

Pihaknya menilai, selama ini proses KBM dalam jaringan (daring) kurang efektif. Hal ini menyusul banyaknya aduan dari guru maupun orang tua siswa. Disisi lain, tak semua orang tua maupun guru memiliki handphone pintar.

“Hasil evaluasi, menurut kami kurang efektif (KBM daring). Mayoritas aduannya itu tidak tersedia sarana prasana seperti handphone, kuota dan signal,” beber Beni.

Untuk itu, pihaknya mendesak kepada pemerintah untuk mengurangi pembelajaran secara daring tetapi lebih banyak menggunakan metode luar jaringan (luring). Salah satunya pembelajaran tatap muka.

“Kita meghimbau kepada pemerintsh untuk segera melaksanakan KBM tatap muka agar pembelajaran bisa efektif seperti sebelumnya,” tuturnya.

Namun meski begitu, pihaknya menyarankan agar pembukaan sekolah tetap menerapkan protokol kesehatan.

(RS/wdy/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds