Dua Wisatawan Asal Tangsel Digulung Ombak Pantai Pangumbahan Sukabumi

Warga dan nelayan saat hendak mengevakuasi korban laka laut yang selamat dari gelombang pasang pantai Pangumbahan, tepatnya di wilayah Konservasi Penyu Pangumbahan sekitar Pos 2, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Jumat (7/8/2020).

Warga dan nelayan saat hendak mengevakuasi korban laka laut yang selamat dari gelombang pasang pantai Pangumbahan, tepatnya di wilayah Konservasi Penyu Pangumbahan sekitar Pos 2, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Jumat (7/8/2020).


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Keindahan pantai Selatan Sukabumi kembali menelan korban jiwa. Kali ini, satu dari dua wisatawan asal Tengerang Selatan telah terseret ombak di Pantai Pangumbahan, tepatnya di wilayah Konservasi Penyu Pangumbahan sekitar Pos 2, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jumat (7/8/2020).

Koordinator SAR Daerah (Sarda) Kabupaten Sukabumi, Okih Fajri mengatakan, peristiwa yang terjadi sekira pukul 17.45 WIB ini, bermula saat Athalla Nadhif Naufaldy (19) dan Zayyan (18) warga Kebayoran Vilage Bintaro, Sektor 7, Tangerang Selatan, bermain air di pantai tersebut. Namun, tiba-tiba kedua wisatwan ini terbawa gelombang arus.

“Pak Jajang dari Korps SAR Ciracap melaporkan kepada SARDA Kabupaten Sukabumi, terkait laka laut ini. Jadi saat dua wisatwan ini tergulung ombak, satu diantaranya yang bernama Athalla berhasil menyelamatkan diri. Sementara satu temannya hingga kini belum ditemukan keberadaannya,” kata Okih kepada Radar Sukabumi (Group Pojoksatu.id), Jum’at (07/08/2020).

Korban yang selamat dari amukan gelombang pasang itu, telah berhasil ditemukan oleh warga dan nelayan sekitar tidak jauh dengan lokasi Tempat Kejadian Musibah (TKM) dengan kondisi tidak sadarkan diri.

“Saat ditemukan, warga langsung mengevakuasi korban ke Puskesmas Ciracap untuk mendapatkan tindakan medis. Alhamdulilah kondisi korban sekarang sudah mulai membaik,” ujarnya.

Berdasarkan assessment petugas dilapangan, sebelum kejadian seluruh wisatawan telah dihimbau oleh petugas penjaga pantai dan petugas SAR untuk meningkatkan kewaspadannya pada saat bermain air.

Seperti menaati peraturan petugas pantai dan tidak bermain air ke tengah laut. Namun, sayang himbauan tersebut dinilai tidak diindahkan. Sehingga kedua wisatawan tersebut tergerus tingginya gelombang pasang.

“Mereka tenggelam saat bermain air di pantai tersebut, karena posisi air sangat tinggi di laut lepas dengan ketinggian gelombang sekitar 2,5 meter sampai empat meter, sehingga mereka langsung terbawa arus,” paparnya.

Petugas gabungan terdiri dari Polsek Ciracap, Satpol Airud Pos Ujung Genteng, Koramil Ciracap/Surade, Satpol PP Ciracap, Pos SAR Ciracap, BALAWISTA POS Pangumbahan, Rajawali Sukabumi Selatan, RAPI Lokal 06 Sukabumi Selatan, FKPPI Rayon Ciracap, FKPM Sigap Bencana, BPBD P2BK Ciracap, telah berupaya mencari keberadaan korban.

Namun hingga saat ini belum juga ditemukan.

“Korban atas nama Zayyan belum ditemukan dengan ciri-ciri memakai celana pendek warna krem. Insya Allah besok 08 Agustus 2020 , dilanjutkan kembali operasi SAR,” pungkasnya.

(RS/den/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds