12 Kecamatan di Kabupaten Sukabumi Mulai Krisis Air Bersih

Ilustrasi Krisis Air Bersi

Ilustrasi Krisis Air Bersi


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Sebanyak 12 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Sukabumi, diusulkan menjadi daerah darurat bencana kekeringan. Pengusulan tersebut berkaca pada tahun sebelumnya, di mana sebagian besar wilayah Kabupaten Sukabumi terdampak kekeringan yang berpengaruh besar terhadap ketersediaan air bersih, termasuk terjadinya gagal panen.

Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman mengatakan, 12 kecamatan yang berpotensi mengalami kekereringan ini, yakni Kecamatan Cicurug, Parungkuda, Cibadak, Cisaat, Gegerbitung, Sukalarang, Gunungguruh, Bantargadung, Palabuhanratu, Cisolok, Ciemas dan Ciracap.

“Dari 47 kecamatan yang ada di Kabupaten Sukabumi ini, terdapat 12 kecamatan yang rentan terjadi kekeringan di musim kemarau panjang.

Namun, dari 12 kecamatan itu, baru dua kecamatan yang telah melaporkan kepada BPBD soal krisis air bersih. Yakni Kecamatan Kecamatan Bantargadung dan Kecamatan Gunungguruh,” kata Eka kepada Radar Sukabumi (Group Pojoksatu.id), Kamis (06/08/2020).

Untuk meminimalisir terjadinya krisis air bersih di musim kemarau, BPBD Kabupaten Sukabumi menghimbau kepada seluruh pemerintah desa untuk mulai melakukan sejumlah antisipasi.

“BMKG telah memprediksi pada bulan ini, akan terjadi puncak musim kemarau,” imbuhnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, BPBD Kabupaten Sukabumi sudah melakukan komunikasi dengan beberapa desa untuk antisipasi musim kemarau yang berdampak kepada kekeringan.

“Saran kita desa segera membangun embung, di desa mereka, kedua jangka panjangnya reboisasi atau penghijauan. Kemudian kita kerjasama dengan PDAM dan Damkar untuk supoort kebutuhan air di masa darurat,” paparnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Iyos Somantri mengatakan, pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi telah menyiapkan langkah-langkah kewaspadaan dalam menghadapi musim kemarau. Salah satunya dengan menyebarkan surat edaran kepada seluruh pemerintah kecamatan dan desa yang daerahnya berpotensi terdampak dari bencana musim kemarau.

“Untuk mengantisipasi dari segala kemungkinan bencana musim kemarau, kami meminta kepada seluruh perangkat kecamatan dan desa untuk menggencarkan sosialisasi dan antisipasi dampak yang mungkin terjadi di wilayahnya masing-masing dengan datangnya musim kemarau dan melaksanakan efisiensi air atau penghematan pemakaian air melalui pengendalian dan pemantauan secara langsung di lapangan,” jelas Iyos kepada Radar Sukabumi.

Loading...

loading...

Feeds