Pandemi Covid-19, Pengrajin Tahun dan Tempe di Kota Sukabumi Kebanjiran Order

Salah seorang pekerja pembuatan tempe saat melakukan pengolahan kedelai menjadi tempe.

Salah seorang pekerja pembuatan tempe saat melakukan pengolahan kedelai menjadi tempe.


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Sejak adanya pandemi Covid-19 atau Corona, pengrajin tahu dan tempe di Kota Sukabumi kebanjiran order. Bahkan kenaikan pesanan tersebut melonjak hingga 25 persen dari hari biasanya.

Salah seorang pemilik pabrik tahu-tempe Berkah Mandiri yang berlokasi di Jalan Proklamasi Kampung Curug Keluraha Jayamekar Kecamatan Baros, Nurdin mengaku, penariknya kebanjiran order sejak adanya pandemi Covid-19 atau tepatnya sejak awal Idul Fitri 2020 lalu.

“Alhamdulillah sejak Idul Fitri kami banyak pesanan, biasanya 200 kilogram perhari, kini menjadi 250 kilogram perhari,” aku Nurdin kepada Radar Sukabumi (Group Pojoksatu.id), belum lama ini.

Ia menuturkan, tempe produksinya ini tidak hanya dijual ke pasar-pasar di Kota Sukabumi, tetapi ada juga yang memesan langsung untuk pembagian bahan sembako.

“Biasanya ada dari desa-desa yang memesan langsung untuk pembagian kepada warga. Satu bulan buda tiga sampai empat pesanan, ” tuturnya.

Nurdin menjamin, tempe yang diproduksinya memiliki kualitas super. Di mana selain tidak ada campuran dengan bahan dasar lain, juga kedelai yang menjadi bahan dasarnya pun berkualitas baik. Sehingga rasa tempe yang dijajakan tidak aka membuat konsumen kecewa.

“Insya Allah kualitas tempe kami sangat terjamin,” tambahnya.

Tidak hanya itu, ampas dari produksi tempenya tersebut diberikan kepada sapi-sapi peliharaannya, sebagai penggemukan. Al hasil, penggemukan sapi miliknya ini memiliki bobot yang besar dan sehat.

“Bahkan dinas dan mahasiswa sudah sering melakukan penelitian disini. Karena kualitas sapi disini bagu-bagus. Dan ini hasil dari ampas atau air rebusan kedelai yang diberikan ke sapi-sapi kami,” pungkasnya.

(RS/why/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds