Tahun Ini, Tidak Ada Pembagian Daging Kurban di Masjid Agung Kota Sukabumi

ACHMAD FAHMI, Walikota Sukabumi

ACHMAD FAHMI, Walikota Sukabumi


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Pemerintah Kota Sukabumi tidak akan melakukan penyembelihan dan pendistribusian daging kurban kepada masyarakat di Masjid Agung Kota Sukabumi. Sebab, penyembelihan yang biasanya dilakukan di Masjid Agung itu akan dilakukan di tujuh kecamatan.

“Tidak akan terpusat di masjid Agung, kita akan sebar ke tujuh kecamatan, “ujar Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi kepada Radar Sukabumi (Group Pojoksatu.id), Senin (27/07/2020).

Pertimbangannya kata Fahmi, hal itu agar tidak terjadi keramaian dan kerumunan pada saat pembagian daging kurban.

“Biar tidak terjadi kerumunan sehingga yang biasanya di Masjid Agung kini dibagikan ke wilayah,” ungkapnya.

Sementara untuk pemotongan hewan kurban kata Fahmi Kementerian Agama sudah memberikan panduan pemotongan hewan kurban selama Pandemi Covid-19.

“Jadi kita berpatokan kepada Kemenag Kota Sukabumi untuk panduan pemotongan kurban, “ terang dia.

Sementara, berkaitan dengan pelaksanaan Salat Idul Adha ungkap Fahmi, tidak akan menggelar salat Ied di Lapang Merdeka tetapi akan dilakukan di Masjid Agung. Sedangkan pelaksanaan salat Idul Adha untuk di masyarakat seperti Surat Edaran Gubernur bisa dilakukan di lokasi masing-masing seperti Lapang atau masjid.

“Tetap menerapkan protokol kesehatan, kita tidak usah salam salam atau cipika cipiki,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua 1 Bidang Imaroh, Cecep Mansyur menjelaskan, DKM Masjid Agung sudah membentuk kepanitian yang bertanggung jawab di masingmasing wilayah yakni di tujuh kecamatan. Sehingga nantinya hewan kurban yang biasa disembelih di Masjid Agung, dilakukan di setiap kecamatan.

“Begitupun dengan pembagian hewan kurbannya, dikelola disetiap kecamatan,” tambahnya.

Sampai saat ini jumlah hewan kurban yang sudah masuk sebanyak 10 ekor sapi diantaranya dari Bank BJB, Bank BPR Kota Sukabumi, Pemkot dan lainnya. Jika dibandingkan tahun lalu memang terjadi penurunan.

“Tahun lalu mencapai 14 ekor sapi, sekarang baru 10 ekor,” jelasnya.

Dikatakannya, mengapa tahun ini dilakukan di kecamatan kata Cecep dalam upaya pencegahan dan penularan Covid-19.

“Ya kita menjaga, agar tidak terjadi kerumunan. Makanya kita sebar,” pungkasnya.

(RS/bal/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds