Operasi Patuh Lodaya 2020, Satlantas Polres Sukabumi Kota Tilang 187 Pengendara Ngeyel

Sejumlah personel Satlantas Polres Sukabumi Kota bersama Dishub dan Satpol PP Kota Sukabumi saat menggelar Operasi Patuh Lodaya di Jalan Ahmad Yani, kamis (23/7/2020).

Sejumlah personel Satlantas Polres Sukabumi Kota bersama Dishub dan Satpol PP Kota Sukabumi saat menggelar Operasi Patuh Lodaya di Jalan Ahmad Yani, kamis (23/7/2020).


POJOKJABAR.com, SUKABUMI — Operasi Patuh Lodaya 2020 di Kota Sukabumi, terus berlangsung. Hingga 27 Juli, Jajaran Satlantas Polres Sukabumi Kota berhasil menindak sebanyak 187 pengendara dan menegur 1.319 pengendara yang tidak mengindahkan protokol kesehatan.

Dari data yang tercatat Satlantas Polres Sukabumi Kota, pada 23 Juli terdapat sebanyak 41 tilang, 280 teguran. Sedangkan tanggal 24 Juli sebanyak 45 tilang dan 280 teguran, 25 Juli terdapat 31 tilang, 289 teguran, 26 Juli sebanyak 20 tilang, 230 teguran dan pada 27 Juli terdapat sebanyak 50 tilang dan 240 teguran.

Kasat Lantas Polres Sukabumi Kota, AKP Atik Suswanti mengatakan, teguran yang diberikan terhadap para pengendara tersebut merupakan sebuah edukasi tentang pentingnya keselamatan berlalulintas.

“Hingga hari ke-5 ini, kami sudah memberikan teguran terhadap 1.319 pengendara yang masih tidak memperhatikan keselamatan berlalulintas” kata AKP Atik saat dihubungi melalui telepon seluler, Senin (27/7/2020).

Pada Minggu pertama Operasi Patuh Lodaya ini, Satlantas Polres Sukabumi memberikan tindakan terhadap pengendara yang berboncengan lebih dari satu penumpang dan tidak menggunakan helm.

“Ada 187 pelanggaran Lalu Lintas yang berhasil kami tindak dengan cara menilang, adapun jenis pelanggarannya didominasi oleh pelanggaran seperti melawan arus. Ini semua kami lakukan semata-mata untuk mengurangi potensi kemacetan, pelanggaran dan kecelakaan Lalu Lintas,” tandasnya.

Pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota dilakukan dengan preemtif, preventif dan penegakan hukum.

“Ops ini untuk mengurangi titik lokasi kemacetan, pelanggaran dan kecelakaan Lalu Lintas. Sejumlah kegiatan preemtif dan preventif pun terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran hukum dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan Lalu Lintas. Hal ini guna menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran Lalu Lintas,” pungkasnya.

(RS/bam/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds