Dengan Geser Status Zonasi Level Kewaspadaan, KBM Tatap Muka di Sukabumi Siap Diberlakukan

Siswa menggunakan masker. Ist

Siswa menggunakan masker. Ist


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Kabar gembira kembali dihembuskan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Saat berkunjung ke Sukabumi, orang nomor satu di Jawa Barat ini mengatakan akan tetap membuka Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka.

Tapi untuk mewujudkannya, ada beberapa langkah yang akan dilakukan. Salah satunya, mengubah statis zonasi level kewaspadaan. Jika sebelumnya zonasi skala daerah, maka bakal dirubah ke tingkat kecamatan.

“Minggu ini kita akan geser status zonasinya. Sehinga, KBM secara tatap muka di Sukabumi bisa dilakukan, asal wilayah skala kecamatan itu hijau,” jelas Ridwan Kamil kepada Radar Sukabumi (Group Pojoksatu.id), Jum’at (24/07/2020).

Dengan perubahan zonasi level kewaspadaan, jika terdapat kasus baru pada satu kecamatan tidak berdampak pada kecamatan lainnya, dan semua kegiatan tetap bisa dilaksanakan, termasuk KBM tatap muka.

“Misalnya di Kota Sukabumi sebelumnya kan zona hijau, karena ada penambahan jadi kuning lagi sehingga KBM secara tatap muka belum bisa dilakukan. Beda halnya jika zonasi level kewaspadaan tingkat kecamatan kita berlakukan,” paparnya.

Sejauh ini, memang keluhan masyarakat terkait KBM melalui online mengalir deras. Terutama di Kabupaten Sukabumi. Dimana, banyak masyarakat yang mengeluh terkait sulitnya jaringan dan lainnya.

Tak terkecuali, beban masyarakat yang kian besar karena harus membeli kuota internet demi bisa mengikuti belajar secara online. Menanggapi beragam keluhan tersebut, Ridwan Kamil menyebut jika perubahan zonasi level kewaspadaan tingkat kecamatan bisa menjadi solusinya.

“Ya, itu bisa jadi solusinya. Jawabnya sama. Asalkan tingkat kecamatan zona hijau, saya rasa tidak masalah mulai kembali KBM secara tatap muka,” pungkasnya.

(RS/upi/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds

Rektor IPB Arif Satria dirawat di RS EMC Sentul Bogor

Rektor IPB Positif Covid-19 Lagi

Rektor institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Satria, terkonfirmasi positif Covid-19 kedua kalinya, usai sempat positif pada September 2020.