Digulung Ombak, Dua Nelayan Pangandaran Masih Hilang

Petugas SAR gabungan saat melakukan penyisiran pantai dan pengamatan visual untuk menemukan korban laka laut di perairan Selatan Sukabumi, Senin (13/7/2020).

Petugas SAR gabungan saat melakukan penyisiran pantai dan pengamatan visual untuk menemukan korban laka laut di perairan Selatan Sukabumi, Senin (13/7/2020).


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Setelah sebelumya satu nelayan atas nama Riki Aji Firmansyah (21) asal warga Ciamis, Kabupaten Pangandaran ditemukan meninggal di Pantai Cikelewung, Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap sekitar 06.00 WIB pada Jumat (10/7/2020). Dua nelayan yang merupakan teman dan ayahnya masih dinyakatan hilang. Padahal pencarian sudah dilakukan sejak lima hari yang lalu.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, sebelum dinyatakan menghilang korban yang bernama Damiri (55) dan temannya yang bernama Rudi (55) serta Riki Aji Firmansyah (21) asal warga Ciamis, Kabupaten Pangandaran itu, telah berangkat pada Minggu (5/7) lalu untuk mencari ikan dan mulai berlayar di perairan Laut Pangandaran menuju perairan Laut Selatan Sukabumi.

Diduga kapal yang mereka tumpangi digulung ombak. Namun, dari ketiga korban laka laut itu, satu korban atas nama Riki telah ditemukan tewas dengan posisi tergeletak di pesisir Pantai Cikelewung.

“Dari ketiga korban laka laut ini, dua korban lagu atas nama Damiri dan Rudi, belum juga ditemukan keberadaannya,” kata Koordinator FKSD Kabupaten Sukabumi, Okih Fajri kepada Radar Sukabumi (Group Pojoksatu.id), Senin (13/07/2020).

Pencarian kedua korban yang merupakan nelayan asal Pangandaran itu, dilakukan oleh personel dari tim SAR gabungan. Seperti BPBD Kabupaten Sukabumi, P2BK, SARDA dan nelayan.

“Petugas gabungan sudah diterjunkan untuk mencari keberadaan korban. Namun, hingga saat ini jasad korban belum juga ditemukan,” ujarnya.

Saat melakukan proses pencarian, sambung Okih, petugas gabungan telah melakukan penyisiran pantai dan pengamatan visual mulai dari lokasi penemuan jenazah yang pertama di Cikangkung Ciracap sampai dengan pantai Minajaya Surade.

“Pencarian kedua korban sudah dilakukan dengan jarak sekitar 10 kilometer. Tetapi, kami belum membuahkan hasil,” pungkasnya.

(RS/den/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds