Warga Cicantayan Ditemukan Membusuk di Rumah Kosong

Sejumlah petugas saat melakukan evakuasi mayat di Jalan Raya Salakopi, Kampung Salakopi RT4/4, Desa Lambursawah, Kecamatan Cicantayan, minggu (12/7/2020).

Sejumlah petugas saat melakukan evakuasi mayat di Jalan Raya Salakopi, Kampung Salakopi RT4/4, Desa Lambursawah, Kecamatan Cicantayan, minggu (12/7/2020).


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Dayat Sudrajat (63) warga Kampung Salakopi RT 5/4 Kecamatan Cicantanyan ditemukan meninggal di rumah kosong di Kampung Salakopi RT 4/4, Desa Lambursawah, Kecamatan Cicantayan, minggu (12/7/2020).

Dari informasi yang diperoleh, jenazah Dayat pertama kali ditemukan warga sekitar yang mencium bau tidak sedap. Karena penasaran, warga pun langsung melakukan pengecekan dan ditemukan sosok mayat yang sudah mulai membusuk.

Ketua Tim Search And Rescue Daerah (SARDA) Kabupaten Sukabumi, Okih Pajri Assidiq mengatakan, mayat tersebut ditemukan sekira pukul 8.20 WIB. Setelah mendapatkan informasi dari warga setempat, petugas langsung komunikasi dengan Forkomincam dan pihak yang berwajib.

“Setelah mendapat informasi petugas langsung melakukan pengecekan ke lokasi, mayatnya sudah tercium bau tidak sedap karena seluruh badan membengkak dan membiru,” ungkap Okih kepada Radar Sukabumi (Group Pojoksatu.id), Minggu (12/07/2020).

Lebih lanjut Okih mengatakan, petugas langsung mengevakuasi korban dan dibawa ke RSUD sekarwangi untuk diperiksa oleh tim medis. Menurutnya, dari keterangan warga korban sudah lama mengidap penyakit darah tinggi dan gula serta sudah tiga hari korban tidak pulang kerumah.

“Korban sudah tiga hari tidak pulang kerumah dan ternyata meninggal di rumah kosong,” paparnya.

Okih menambahkan, dari hasil pemeriksaan dokter RSUD Sekarwangi tidak menemukan tanda terjadi kekerasan terhadap korba.

“Sesuai keterangan Dokter korban meninggal dunia sudah tiga sampai empat hari,” ucapnya.

Sementara itu, salah seorang warga setempat, Wendi (39) mengaku sempat bertemu dengan korban pada Rabu (8/7) sekitar pukul 7.00 WIB. Sejak hari itu, tidak pernah bertemu lagi sampai dtemukan meninggal dunia.

“Korban sudah kurang lebih 10 tahun menderita sakit gula dan darah tinggi, selama itu sudah sering di obati bahkan pernah dirawat di RS Hermina,” singkatnya.

(RS/bam/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds