KBM Tatap Muka di Kota Sukabumi ‘Keukeuh‘ Diberlakukan

(Ilustrasi) KBM tatap muka di Kota Sukabumi. (ist)

(Ilustrasi) KBM tatap muka di Kota Sukabumi. (ist)


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Proses pembelajaran tatap muka di Kota Sukabumi harus tertunda lantaran masih perlu adanya sinkronisasi indikator antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar).

Tapi meski begitu, Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi terus memacu semua sekolah di wilayah kerjanya untuk mempersiapkan secara maksimal proses pembelajaran tatap muka, sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditentukan.

“Wakil Presiden (Wapres) dan Pak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) berharap Kota Sukabumi bisa menjadi pilot project di bidang pendidikan tatap muka, lantaran kita menjadi satu-satunya daerah zona hijau. Namun, karena ada beberapa yang harus disinkronkan antara pemerintah daerah, provinsi dan pusat, sehingga kita pada 13 Juli tidak secara langsung melaksanakan KBM tatap muka. Tetapi masih melakukan belajar dari rumah (BDR),” ungkap Fahmi kepada Radar Sukabumi (Group Pojoksatu.id), Minggu (12/07/2020).

Meski begitu, pihaknya menginstruksikan semua sekolah untuk mempersiapkan secara maksimal proses pembelajaran tatap muka.

“Dan belum dilaksanakan pada 13 Juli, sebelum ada lampu hijau dari pusat dan provinsi,” tegasnya.

Fahmi menerangkan, Kantor Cabang Dinas (KCD) Dinas Pendidikan (Disdik) Wilayah V Jabar sudah menyampaikan bahwa ada 51 sekolah yang dianggap siap untuk melaksanakan tatap muka. Akan tetapi, alur yang dibuat yakni pertama, KCD atau Dinas Pendidikan (Disdik) atau Kementerian Agama (Kemenag) mendapat usulan dari sekolah yang merasa siap.

Nantinya baik KCD, Disdik atau Kemenag melakukan verifikasi, benar atau tidak sekolah tersebut layak. Setelah diverifikasi, nanti KCD, Disdik atau Kemenag mengajukan kepada Gugus Tugas tingkat kota untuk minta izin pembelajaran tatap muka. Verifi kasi kedua oleh gugus tugas Covid-19 tingkat kota.

Di sisi lain, izin orang tua menjadi sesuatu yang sangat penting. Kalau orang tua belum mengizinkan, maka masih daring dan format disiapkan oleh sekolah. Selain itu, siswa yang berasal dari luar daerah yang zonanya berbeda dengan Kota Sukabumi, mereka tetap masih daring tidak boleh tatap muka.

“Jadi saya tegaskan bahwa tanggal 13 Juli 2020 tahun ajaran baru dimulai, tetapi tetap KBM masih melalui daring termasuk dalam proses Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS),’’ ujarnya.

Hingga saat ini, pihaknya masih masih menunggu arahan selanjutnya dari Kemendikbud dan Pemprov Jabar khususnya terkait indikator yang masih harus disamakan antara daerah, provinsi dan pusat.

“Akan tetapi Menteri dan Wapres berkeinginan kuat Kota Sukabumi ingin dijadikan pilot project untuk pelaksanaan belajar tatap muka,’’ pungkasnya.

(RS/wdy/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds