Terbakar, Penumpang Angkot Jurusan Parakansalak-Parungkuda Nyaris Gosong

Angkot Jurusan Parungkuda-Parakansalak terbakar di Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda.

Angkot Jurusan Parungkuda-Parakansalak terbakar di Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda.


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Sejumlah penumpang angkutan perkotaan (Angkot) jurusan Parakansalak-Parungkuda bernomor polisi F 1928 VP nyaris menjadi korban, betapa tidak angkot berwarna merah tiba-tiba terbakar di Raya Paku Haji, RT45/19, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Jumat (10/7/2020).

Dari informasi yang diperoleh Radar Sukabumi, insiden terjadi sekira pukul 10.00 WIB, bermula ketika angkutan umum ini melaju dari arah Parungkuda menuju Paransalak sesaat tiba di lokasi kejadian mendadak berhenti. Awalnya, sopir mengira mobil yang ditungganginya mengalami mogok saja namun, ketika dilakukan pemeriksaan mesinnya sudah mengeluarkan api.

“Angkot itu sedang mengantarkan penumpang menuju Kecamatan Parakansalak. Setibanya di tempat kejadian mobil tiba-tiba mati mendadak,” ungkap salah seorang anggota Pengurusan Angkot Jurusan Parakansalak, Yono kepada wartawan, Jumat (10/7/2020).

Sebelum memeriksa mesin, lanjut Yono, sopir sempat beberapa kali berupaya menyalakan mesin mobil namun usahanya tidak membuahkan hasil. Karena penasaran, akhirnya memutuskan untuk melihat kondisi mesin.

“Waktu dilihat mesinnya sudah mulai terbakar sehingga sopir segera meminta semua penumpang keluar dari mobil,” ucapnya.

Tidak lama setelah semua penumpang keluar, sambung Yono, Angkot ini pun langsung terbakar hingga mengalami kerusakan cukup parah.

“Ya, karena terbakar semua kacanya pecah. Tapi alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini hanya kerugian saja, jutaan rupiah karena mobil mengalami rusak berat,” imbuhnya.

Menurut Yono, dengan adanya insiden ini bisa dijadikan untuk perhatian bagi semua sopir angkutan umum agar bisa meningkatkan kewaspadaanya ketika mengalami mogok.

“Kalau mesin mati secara mendadak sopir pertama harus menyuruh keluar semua penumpang dan langsung memeriksa kondisi mesin. Hal ini, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

(RS/bam/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds