Achmad Fahmi: Waspada Gelombang ke Dua Covid-19

 Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi

Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Meskipun Kota Sukabumi sudah menyandang satusatunya daerah zona hijau Covid-19 di Jawa Barat, namun bukan berarti kasus terkonfirmasi positif tak terjadi lagi. Bahkan, terus meningkatnya jumlah kasus Corona masih terbuka lebar.

Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi pun mempunyai kekhawatiran adanya gelombang kedua kasus Covid-19 di kota yang dipimpinnya. Hal ini tidak terlepas dari pasca ditetapkan sebagai zona hijau sehingga mengundang pergerakan manusia semakin tinggi.

Selama kurang lebih satu pekan, Pemkot Sukabumi melakukan monitoring dilapangan. Orang nomor satu di Kota Sukabumi ini cukup miris karena cukup banyak masyarakat yang datang. Baik itu bertujuan ke lokasi wisata ataupun tempat hiburan di Kota Sukabumi karena sudah diperbolehkan beroperasi.

“Saya ada keprihatinan. Selama kurang lebih sepekan ini berkeliling, rupanya banyak orang luar Sukabumi datang karena memang merasa bahwa Kota Sukabumi sudah zona hijau. Mereka ada yang ke lokasi wisata ataupun ke tempat hiburan,” jelas Fahmi kepada Radar Sukabumi (Group Pojoksatu.id) saat ditemui diruang kerjanya, jum’at (10/7/2020).

Untuk itu, Pemkot Sukabumi telah mengumpulkan beberapa pihak termasuk para pengelola tempat hiburan untuk mengantispasi adanya gelombang kedua pasca dibuka beberapa lokasi wisata dan tempat hiburan. Pemerintah meminta, agar para pengelola tempat hiburan, wisata hingga hotel dapat mengecek atau membatasi pengunjung dari luar Sukabumi.

“Yang harus kita hindari ini adalah pergerakan manusia, dan yang dikhawatirkan itu adalah orang dari luar Sukabumi. Karena kita tidak bisa memastikan apakah mereka sehat atau tidak. Maka dari itu, kami mengajak kepada semua pihak untuk menahan diri pada kondisi sepertin ini. Bahkan, dalam waktu dekat kami secara acak akan melakukan rapid kepada para pengujung yang datang ke Kota Sukabumi,” lanjut mantan Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi ini.

Fahmi juga kembali mengingatkan, setiap level kewaspadaan sifatnya evaluatif. Artinya, jika memang reproduction number (Ro), dan effective reproduction number (Re/Rt) sudah tidak terkendali, maka bisa saja status level kewaspadaan Kota Sukabumi dari zona hijau dapat naik kembali ke zona biru.

“Kuncinya itu kedisiplinan masyarakat, dan yang perlu di fahami bersama bahwa tingkat level kewaspadaan itu eveluatif. Bisa saja pada periodik 14 hari berubah. Namun pada zona hijau ini, bukan berarti tidak ada penambahan kasus, hanya saja selama Ro dan Re/Rt terkendali, masih bisa berstatus zona hijau,” pungkasnya.

(RS/upi/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds