Korban Pencabulan Bang ‘Jay’ Capai 30 Anak Laki-laki

Kapolres Sukabumi AKBP M Lukman Syarif saat melakukan konferensi pers soal kasus dugaan tindak pencabulan di Mapolres Sukabumi, Senin (6/7/2020).

Kapolres Sukabumi AKBP M Lukman Syarif saat melakukan konferensi pers soal kasus dugaan tindak pencabulan di Mapolres Sukabumi, Senin (6/7/2020).


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Korban kasus dugaan tindak pencabulan yang dilakukan oleh pemuda berinisial FCR (23) atau disebut Bang ‘Jay’ terjadi di Kampung Cibojong, RT 25/08, Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, terus bertambah.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Radar Sukabumi dari Mapolres Sukabumi, terdapat 30 anak laki-laki yang berusia 14 sampai 16 tahun telah menjadi korban dugaan tindak pidana pencabulan yang dilakukan oleh pelaku.

“Sekarang sudah ada 30 anak yang sudah melaporkan dan dilakukan pemeriksaan oleh jajaran Reskrim Polres Sukabumi terkait kasus tindak pidana pencabulan itu,” jelas Kapolres Sukabumi AKBP M Lukman Syarif saat melakukan konferensi pers di Mapolres Sukabumi, Senin (6/7/2020).

Dari 30 anak yang menjadi korban pencabulan itu, sambung M Lukman, 17 anak diantaranya sudah dilakukan pemeriksaan detail bekerjasama dengan tim medis dan Pusat Pelayan Terpadu Perempuan dan Anak (P2TPA) Provinsi Jawa Barat.

“Dari hasil keterangan penyidik, besar kemungkinan korbannya disinyalir masih akan terus bertambah lagi,” ujarnya.

Berdasarkan penyelidikan, ujar M Lukman, sesuai dengan laporan korban kepada Sat Reskrim Polres Sukabumi pada 28 Juni 2020, tersangka itu sudah melakukan perbuatan tindak pencabulan sejak tahun 2018. Sementara, modus operandinya, pelaku telah mengiming-ngimingi seluruh korbannya dengan belajar ilmu mistik dan belajar ilmu musik.

“Tersangka ini telah memikat seluruh korbannya dengan menggunakan media sosial. Sehingga korban ini tertarik dan ikut kursus musik. Selian itu, korban juga di iming-imingi ilmu mistik, seperti ingin disegani dan di sukai oleh orang lain. Dengan iming-iming tersebut akhirnya pelaku ini melakukan perbuatan cabul,” imbuhnya.

Selain itu, kini jajaran Sat Reskrim Polres Sukabumi juga kembali mengungkap perkembangan kasus pencabulan tersebut. Dimana, pelaku yang melakukan pencabulan itu telah menuliskan sejumlah nama di tembok kamarnya. Nama-nama tersebut, merupakan nama anak-anak yang mengikuti kursus musik dan juga sebagian nama korban aksi bejatnya.

“Hasil dari lidik anggota dilapangan, nama-nama yang ditulis oleh pelaku di tembok kamarnya itu adalah nama anak yang mengikuti kursus musik yang juga sebagai nama korban pencabulan pelaku,” imbuhnya.

Akibat perbuatan, kini pelaku tengah mendekam di ruang tahanan (Rutan) Makpolres Sukabumi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Selain itu, kami juga telah mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, satu unit handphone, sebuah kasur lipat beserta dengan sebuah sprei merah.

Aksi bejat pelaku ini, akan dikenakan ancaman Pasal 82 ayat 1 dan ayat 4 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2016 Tentang Penetapan Perpu dan Tentang Perlindungan Anak.

“Pelaku itu, akan dikenakan ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara, ditambah sepertiga dari ancaman. Kenapa ditambah sepertiga. Dikarenakan korbannya lebih dari satu orang,” pungkasnya.

(RS/den/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds