Ratusan Massa Aliansi Sukabumi Anti Komunis Minta RUU HIP Dibatalkan

Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Sukabumi Anti Komunis (ASAK) saat melakukan aksi damai di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi, jum'at (3/7/2020).

Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Sukabumi Anti Komunis (ASAK) saat melakukan aksi damai di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi, jum'at (3/7/2020).


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Sukabumi Anti Komunis (ASAK) meminta agar Rencangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) dibatalkan.

Juru bicara ASAK, Ivan Algivari menjelaskan, aksi yang diikuti oleh gabungan OKP, Ormas tersebut menolak RUU HIP. Karena memang, pihaknya menganggap RUU HIP bisa membuka peluang faham komunisme masuk kepada tataran konsep berbangsa dan bernegara.

“Kami Menolak RUU HIP, karena kami anggap RUU HIP ini membuka ruang untuk masuknya faham komunis kepada tataran konsep bernegara,” jelasnya kepada Radar Sukabumi (Group Pojoksatu.id), Jum’at (03/07/2020).

Adapun tuntutan yang disampaikan, yakni menyatakan agar segera membatalkan dan hentikan pembahasan RUU HIP serta cabut dari Prolegnas sesuai mekanisme yang ada juga jangan berinisiasi kembali membuat RUU serupa yang dapat mengancam dan menghancurkan NKRI serta memecah belah anak bangsa.

“Kemudian, Pertahankan Tap MPRS no 25 tahun 1966 tentang pembubaran PKI dan pelarangan penyebaran ideologi komunis serta simbol-simbolnya dan Pertahankan ideologi pancasila sebagai dasar negara republik indonesia,” bebernya.

Selanjutnya, pihaknya mendukung sepenuhnya maklumat MUI pusat dan seluruh MUI provinsi seluruh indonesia yang meminta DPR/MPR Untuk membatalkan dan menghentikan pembahasan RUU HIP.

“Kami minta Usut tuntas penggagas, inisiator RUU HIP sesuai dengan hukum yang berlaku,” imbuhnya.

Sementara itu, Anggota DPR RI Fraksi Demokrat, M Muraz menambahkan, hingga saat ini RUU HIP telah ditunda. Adapun terkait aspirasi yang disampaikan kepadanya ini bakal diserahkan kepada DPR.

“Perkembangan terakhir kan ditunda pembahasannya, kemudian di DPR RI pun sudah mulai bertambah partai yang menolak, saya apresiasi atas aksi yang dilakukan oleh masyarkat ini,” pungkasnya.

(RS/upi/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds