Polisi Selidiki Kematian Perempuan Korban Gandir di Palabuhanratu

Anggota Polres Sukabumi saat mengevakuasi jenazah korban gandir, Linda Hutasoit (31) asal warga Perum Tamansari, Blok D3 Nomor , RT 3/35, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, ke RSUD Palabuhanratu, Senin (22/6)./Foto: Istimewa

Anggota Polres Sukabumi saat mengevakuasi jenazah korban gandir, Linda Hutasoit (31) asal warga Perum Tamansari, Blok D3 Nomor , RT 3/35, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, ke RSUD Palabuhanratu, Senin (22/6)./Foto: Istimewa


POJOKJABAR.com, SUKABUMI– Terlihat di sebuah rumah warung pinggir jalan tepatnya di Jalan Raya Canghegar sebelah BPJS, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Senin (22/6) dini hari, ada seorang perempuan ditemukan tewas gantung diri.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Rizka Fadhila, melalui Paur Humas Polres Sukabumi, Ipda Aah Saeful Rohman, korban yang bernama Linda Hutasoit (31) asal warga Perum Tamansari, Blok D3 Nomor , RT 3/35, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu itu, belum diketahui secara pasti mengenai penyebab korban yang nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

“Kami belum mengetahui motifnya. Sekarang sedang didalami oleh jajaran Reskrim,” kata Aah kepada Radar Sukabumi (Pojokjabar.com group), Senin (21/6).

Berdasarkan pemeriksaan sejumlah saksi, korban telah diketahui gantung diri sekira pukul 02.00 WIB. Setelah itu, sejumlah petugas langsung meninjau ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Setiba di lokasi, petugas langsung mengevakuasi jenazah korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palabuhanratu, untuk dilakukan visum,” jelasnya.

Saat petugas tiba di lokasi kejadian, ujar Aah, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi leher tergelantung di sebuah rumah yang jadikan warung.

“Iya, petugas menemukan jasad korban tergantung di ruang tengah rumahnya dengan menggunakan kain horden pintu,” bebernya.

Dari hasil visum yang dilakukan oleh dokter jaga RSUD Palabuhanratu, bersama tim identifikasi Sat Reskrim Polres Sukabumi, tidak di temukan luka bekas tindak penganiayaan.

Untuk memastikan kematian korban, pihak kepolisian telah menyarankan pihak keluarganya untuk dilakukan outopsi. Namun, mereka telah menolaknya dengan alasan bahwa peristiwa tersebut murni sebagai musibah.

“Setelah dilakukan visum luar tidak ditemukan bekas tindak penganiayaan. Pihak keluarga menyatakan menolak untuk dilakukan outopsi medis yang disertai surat penyataan tertulis,” pungkasnya.

(RS/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds