Virus Corona Mewabah, Harga Jahe di Sukabumi Semakin Melejit

Seorang pedagang sayuran dan rempah-rempah di pasar Jalan Statiun Timur saat melayani pembeli, rabu (25/3).

Seorang pedagang sayuran dan rempah-rempah di pasar Jalan Statiun Timur saat melayani pembeli, rabu (25/3).


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Mewabahnya Covid-19 di Indonesia ternyata membuat harga komoditas rempah-rempah seperti Jahe semakin melejit. Apalagi informasinya Jahe ini salah satu cara untuk menangkal virus Corona.

Pantauan di sejumlah pasar tradisional harga jahe biasa dan jahe merah berbeda-beda. Harga Jahe merah bisa mencapai Rp. 80 ribu hingga Rp. 100 ribu perkilogram. Bahkan saat ini pasokan Jahe sangat langka.

Pedagang sayuran di Statiun timur, Abah Abdul mengaku Jahe sudah sebulan ini harganya tinggi. Dulu harga jahe biasa itu hanya Rp. 25 ribu hingga Rp. 30 ribu perkilogramnya, kini bisa mencapai Rp. 50 ribu per kilogram, itupun jahe masih muda.

“Ramai virus Corona jadi semakin mahal,” katanya.

Abah Adul sendiri mendapat pasokan jahe dari para petani di wilayah Sukabumi, diakuinya jahe bisa dibilang langka, karena banyak yang nyari untuk di buat minuman dan bumbu pada masakan, membuat jahe langka dan naik harganya.

“Karena banyak ibu-ibu berburu jahe untuk minuman sebagai upaya menjaga stamina dan terhindar dari Corona, wajar kalau jahe jadi mahal,”ungkapanya.

Dalam sehari kata Adul bisa mencapai menjual jahe sebanyak 15 kilogram. Tapi tergantung kiriman dari para tengkulak atau petani. Apalagi untuk jenis jahe merah sudah hampir dua minggu tidak mendapat kiriman, karena termasuk barang langka juga.

“Lebih langka jahe merah sudah lama tidak ada kiriman, kalau ada saya jual Rp60 ribu samapi 70 ribu perkilogram,”imbuhnya.

Sementara itu berbeda dengan harga jahe yang dijual di pasar Gang Peda. Harga yang dijual oleh beberapa pedagang sayuran dan rempah-rempah berkisar diharga Rp80 ribu hingga 90 ribu perkilogram, sedangkan jahe merah dijual Rp95 ribu sampai 100 ribu perkilogram. Jahe yang mereka jual memang kondisinya agak besar dan tua.

Salah seorang pembeli, Vina Rusdayanti mengaku kenaikan harga Jahe yang melambung tinggi sangat disayangkan sekali. Terutama untuk kalangan menengah kebawah, namun karena kebutuhan terpaksa membelinya.

“Mau tidak mau harus dibeli walau mahal, makanya beli secukupnya saja karena masih banyak kebutuhan yang lainnya,” katanya.

(RS/bal/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds