Ketersediaan Alat Pelindung Diri di Kota dan Kabupaten Sukabumi Masih Minim

Ilustrasi dokter dengan APD. (Jawapos.com)

Ilustrasi dokter dengan APD. (Jawapos.com)


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Stok Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis dan non medis di Sukabumi masih minim. Juru Bicara Media Center Covid-19 Kota Sukabumi, dr Wahyu Handriana mengaku, Pemkot Sukabumi sampai saat ini berusaha untuk memenuhi APD untuk tenaga medis maupun non medis. Begitupun dengan non paramedis seperti pekerja kebersihan, petugas ambulance dan lainnya.

“Persediaan kita terbatas. Karena kebutuhan kita ini untuk tiga bulan kedepan. Ditakutkan kedepannya outbreak tentunya tidak akan cukup,” katanya kepada Radar Sukabumi (Group Pojoksatu.id), Rabu (25/03/2020).

Saat ini, untuk mencukupi kebutuhan APD pemerintah sedang mencari. Hanya saja, untuk mencari APD ini sangat kesulitan. “Kita sulit mencari. Ada uang pun percuma, sulit,” akunya.

Saat ini, pihaknya sedang menunggu droping APD dari pemerintah pusat dan provinsi Jabar. Pemkot Sukabumi rencananya akan mendapatkan jatah alokasi sebanyak 500 unit APD.

“Ya masih kurang. Kalau dipakai seminggu juga kayanya gak nyampe. Tetugas yang pakai banyak,” ungkapnya.

Dirinya mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak lain yang memang akan melakukan donasi kepada tenaga medis di Kota Sukabumi.

“Yang dibutuhkan kan kita berupa barang, bukan uang,” ujarnya.

Sementara di Kabupaten Sukabumi, kebutuhan APD juga hampir sama. Hanya saja untuk saat ini, APD medis sudah mulai terpenuhi. Meskipun belum maksimal, salah satunya masker.

Namun di luar semua itu, dirinya mengajak semua pihak untuk sama-sama meningkatkan rasa optimis dalam menghadapi pandemi Covid-19. Hal itu agar sistem imun dan kekebalan tubuh terus membaik.

“Jangan menyampaikan informasi yang menimbulkan kekhawatiran dan kecemasan. Mari kita fokus dalam penanganannya agar imun dan kondisi kekebalan tubuh kita tetap terjaga,” tutur Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi, Harun Alrasyid.

Sementara itu, Bupati Sukabumi, Marwan Hamami mengatakan, pemerintah dearah terus bergerak cepat dalam penanggulangan Covid-19. Bahkan dalam waktu dekat ini, akan membuat sebanyak 100 kamar isolasi di RSUD Sekarwangi Cibadak.

“Kita akan membuat 100 kamar isolasi. Ruangan tersebut akan dibangun di belakang RSUD Sekarwangi. Sekarang saja sudah menyiapkan 24 ruang isolasi di rumah sakit itu,” ujanrya.

Selain itu, untuk mengantisipasi penambahan PDP di daerah Kabupaten Sukabumi, juga telah mendistribusikan sebanyak 70 APD ke RSUD Sekarwangi dan 20 APD di RSUD Palabuhanratu.

“APD ini merupakan bantuan dari provinsi termasuk bantuan nutrisi untuk petugas,” pungkasnya.

(RS/Ded/Bal/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds

Lapas-Cianjur

120 Napi di Lapas Cianjur Bebas

Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) menyatakan telah mengeluarkan dan membebaskan 5.556 narapidana seluruh Indonesia sebagai bentuk