PDP dan ODP Corona di Kota dan Kabupaten Sukabumi Terus Bertambah

Ilustrasi virus corona

Ilustrasi virus corona


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kota dan Kabupaten Sukabumi terus bertambah. Menurut data dari pusat informasi dan koordinasi atau media center Covid-19 sampai 22 Maret 2020, di Kabupaten Sukabumi jumlah PDP mencapai 20 orang.

Namun, empat diantaranya kondisinya sudah sembuh sementara 16 orang diantaranya masih dalam tahap pengawasan terdiri dari tujuh laki-laki dan sembilan perempuan.

Sementara jumlah keseluruhan ODP terdapat 74 orang. Namun, 26 orang selesai pemantauan dan 48 orang masih dalam pemantauan petugas medis teridiri dari terdiri dari 25 orang berjenis kelamin laki-laki dan 23 orang perempuan.

Jumlah tersebut bila dibandingkan dengan beberapa hari sebelumnya, sangat tinggi. Yakni, pada Sabtu (21/3) sekira pukul 12.00 WIB, terdapat 13 PDP. Namun, empat diantaranya kondisinya sudah sembuh sementara sembilan orang diantaranya masih dalam tahap pengawasan.

Sementara yang berstatus ODP, terdapat 70 orang terdiri dari 25 orang selesai pemantauan dan 45 diantaranya masih dalam pemantauan petugas.

“Iya, meskipun jumlah PDP dan ODP di Kabupaten Sukabumi bertambah, namun hingga saat ini dapat dipastikan belum ada satu warga pun yang dinyatakan susfek maupun positif Covid-19,” papar Kepala Bidang Komunikasi Publik pada Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Sukabumi, Herdy Somantri.

Pihaknya pun mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sukabumi, untuk melaksanakan anjuran pemerintah. Terutama mengenai social distancing. Hal itu dengan meminimalkan aktivitas di kerumunan orang.

“Jaga jarak dan minimalkan kontak fisik. Kita di tempat wisata sudah ditutup, termasuk penyemprotan disinfektan di tempat yang banyak kerumunan,” tandasnya.

Dirinya menambahkan, masyarakat tidak perlu panik dan bisa menghubungi satgas Covid-19 Kabupaten Sukabumi jika mendapatkan informasi terkait virus corona.

“Selain itu, masyarakat disarankan untuk tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya sebelum di konfirmasi pada lembaga atau institusi resmi. Akan lebih baik di saring dulu informasinya sebelum disebarluaskan. Apalagi, di shere atau langsung mengupdate status di media sosial, sehingga dapat menimbulkan keresahan masyarakat,” pinta Hendry.

Sementara itu, untuk mengantisipasi penyebaran dan pencegahan virus Covid-19 atau virus corona, Pemkab Sukabumi menyiapkan dana sebesar Rp14,3 miliar. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Iyos Somantri mengatakan, anggaran miliar tersebut dialokasikan hasil dari pergeseran anggaran sesuai dengan arahan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Anggaran yang digeser untuk penanganan Covid-19 ini, berasal dari anggaran Belanja Tak Terduga (BTT), dana silpa BLUD, dan re alokasi DAK fisik dan non fisik Dinas Kesehatan,” kata Iyos kepada Radar Sukabumi (Group Pojoksatu.id) usai melakukan konfrensi pers mengenai update data virus corona di Gedung Negara Pendopo Sukabumi, Jalan Raya Ahmad Yani, Kecamatan Waroyong, Kota Sukabumi, pada akhir pekan (21/3).

Loading...

loading...

Feeds

Lapas-Cianjur

120 Napi di Lapas Cianjur Bebas

Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) menyatakan telah mengeluarkan dan membebaskan 5.556 narapidana seluruh Indonesia sebagai bentuk