Tebing di Ciseureuh Sukabumi Longsor, Satu Keluarga Terpaksa Mengungsi

BPBD Kota Sukabumi bersama petugas gabungan saat mengevakuasi material longsoran di Kampung Ciseureuh, RT 2/5 Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Warudoyong.

BPBD Kota Sukabumi bersama petugas gabungan saat mengevakuasi material longsoran di Kampung Ciseureuh, RT 2/5 Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Warudoyong.


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Yuni, warga Kampung Ciseureuh, RT 2/5 Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi terpaksa harus dievakuasi ke rumah warga sekitar, setelah rumah yang didiami bersama tiga anaknya terancam longsor.

Informasi yang diperoleh, Yuni sekeluarga terpaksa diungsikan setelah tebing setinggi 60 meter yang berada dekat rumahnya longsor. Longsoran tebing tersebut, terjadi setelah hujan dan angin kencang melanda wilayah tersebut.

Kepala Seksi Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Sukabumi, Zulkarnain mengungkapkan, bencana tersebut terjadi pada Rabu (19/2) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, kondisi di daerah tersebut tengah hujan yang disertai angin kencang.

“Ya, kejadiannya Rabu sore, tebing setinggi 60 meter tersebut longsor sehingga membahayakan satu rumah yang dihuni oleh Yuni bersama tiga anaknya, saat ini Yuni sekeluarga sudah dipindahkan karena membahayakan,” jelasnya kepada Radar Sukabumi (Group Pojoksatu.id), Kamis (20/02/2020).

Saat kejadian, penghuni rumah menyadari jika tebing yang berada dekat kediamannya ambruk sehingga berhasil menyelamatkan diri. Dalan kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, hanya saja kerugian ditaksir mencapai Rp 15 juta.

“Tidak ada korban jiwa dan luka, kerugian belasan juta rupiah. Penghuni rumah, Yuni sekeluarga berhasil menyelamatkan diri,” ujarnya.

Adapun upaya yang telah dilakukan BPBD Kota Sukabumi bersama petugas gabungan membersihkan material longsoran. Karena Rumah bambu dan tanah material longsoran menutupi aliran air.

“Kami bersama petugas gabungan dengan aparat setempat sudah mendatangi lokasi, mengevakusi material longsoran, kami juga himbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati, terima yang tinggal dekat sungai dan tebing,” pungkasnya.

(RS/upi/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds