MUI Kabuapten Sukabumi: Hukum Berat Pelaku Pencabulan Anak

Ketua MUI Kabupaten Sukabumi, KH. Oman Komarudin

Ketua MUI Kabupaten Sukabumi, KH. Oman Komarudin


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabuapten Sukabumi meminta kepada aparat kepolisian untuk menghukum berat pelaku pencabulan dibawah umur. Hal itu dilakukan agar ada efek jera dan pembelajaran bagi masyarakat yang lain.

Ketua MUI Kabupaten Sukabumi, KH. Oman Komarudin mengatakan, kasus dugaan tindak pidana pelecehan seksual terhadap dibawah umur yang dilakukan oleh ayah kepada anak tirinya harus menjadi pembelajaran hukum.

“Pelaku pelecehan seksual kepada anak dibawah umur itu, harus di hukum dengan seberat-beratnya. Agar menjadi efek jera. Sehingga kasus seperti ini tidak terulang kembali,” jelas Oman kepada Radar Sukabumi (Group Pojoksatu.id), Senin (17/02/2020).

Pihaknya mengaku sedih dengan adanya kasus tindak pidana pelecehan terhadap anak dibawah umur itu. Terlebih lagi, kasus tersebut bukan pertama kalinya terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi. Untuk itu, MUI tidak dapat mentolerir dan sangat menyesalkan tindakan pelecehan seksual terhadap anak.

“Iya, apalagi pelakunya ini merupakan ayah tirinya sendiri. Jelas sekali ini sangat biadab dan harus dihukum berat,” paparnya.

Untuk itu, MUI meminta kepada pihak kepolisian untuk segera menyelesaikan masalah tindakan pidana pelecehan seksual itu dengan cepat dan tuntas serta dapat dihukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Perlakuan seorang ayah yang mencabuli anak tirinya ini, merupakan sebuah perbatan yang sudah sangat menyimpang dari ajaran agama maupun darigama. Terlebih anak yang yang dicabuli oleh pelaku ini, adalah anak berusia enam tahun. Ini sudah lebih dari perilaku binatang, ayah mencabuli anak tirinya sendiri,” tandasnya.

Menurutnya, seorang ayah seharusnya menganggap anak tiri itu adalah sebagai anak kandung untuk dijaga dan dibesarkan. Untuk itu, pihaknya menilai pelaku tersebut layak mendapat ganjaran hukuman berat.

“Hukuman berat layak bagi ayah tiri yang mencabuli anak yang masih di bawah umur, jujur saya prihatin,” bebernya.

Diberitakan sebelumnya, kasus tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur terus saja terjadi di Kabupaten Sukabumi. Kali ini, giliran seorang siswa kelas I SD yang berusia enam tahun asal Kecamatan Cicantayan, Kamboja (nama samaran).

Lagi-lagi, sang pelaku merupakan orang terdekat yakni ayah tirinya sendiri. Informasi yang dihimpun, pelaku pencabulan itu berinisial IL (37) warga Kampung Ubrug, Desa Ubrug, Kecamatan Warungkiara. Ia memaksa Kamboja untuk melayani nafsu bejadnya saat kondisi rumah tengah sepi.

Ya, saat itu ibu kandung korban tengah bekerja di pabrik sepatu di Cikembar. Kesempatan tersebut digunakan pelaku untuk melampiaskan hasrat birahinya.

(RS/den/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds

terminal-sementara-Kota-Depok

Kota Depok Belum Batasi Angkutan Umum

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mengeluarkan rekomendasi untuk membatasi penggunaan transportasi atau angkutan umum di wilayah Jabodetabek.