Jalur Wisata Geopark Palabuhanratu Masih Berbahaya

Petugas gabungan saat membersihkan material longsoran yang menimbun Jalan Raya Propinsi Jawa Barat, tepatnya di jalan Cipecang sampai jalan Batu Cakup, Kecamatan Ciemas.

Petugas gabungan saat membersihkan material longsoran yang menimbun Jalan Raya Propinsi Jawa Barat, tepatnya di jalan Cipecang sampai jalan Batu Cakup, Kecamatan Ciemas.


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Akses lalulintas akibat Longsor yang menutup badan jalan di beberapa titik mulai bisa dilalui. Hal ini setelah petugas gabungan terdiri dari Polri, TNI, Muspika, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan unsur lainnya berjibaku membersihkan material longsor.

Seperti halnya di jalur akses wisata Geopark yakni di jalan Cipecang sampai jalan Batu Cakup, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Hanya saja, para pengendara harus ekstra hati-hati karena kondisi jalan masih licin dan potensi bencana masih bisa terjadi sewaktu-waktu.

“Di lokasi ini, terdapat dua titik ruas jalan yang tertimbun material longsor. Meskipun sudah bisa dilalui, tapi para pengendara harus hati-hati dan waspada. Karena dengan kondisi cuaca ekstrim seperti ini, ditakutkan terjadi longsor susulan,” jelas Kapolres Sukabumi, AKBP Nuredy Irwansyah Putra melalui Kasubag Humas Polres Sukabumi, Ipda Aah Saepul Rohman kepada Radar Sukabumi (Group Pojoksatu.id), Senin (17/02/2020).

Saat membersihkan material longsoran, sambung Aah, petugas gabungan telah menggunakan tiga unit alat berat berupa beko milik Dinas PU Provinsi Jawa Barat.

“Selain alat berat, pembersihan juga dilakukan secara manual. Alhamdulillah, material longsoran yang menimbun jalan dengan lebar enam meter, panjang sekitar 10 meter dan tinggi longsor sekitar satu meter itu, sekarang sudah bersih dan bisa dilintasi kembali oleh kendaraan roda dua maupun roda empat,” bebernya.

Sementara itu, Koordinator Pusdalop BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna mengatakan, berdasarkan data yang tercatat di BPBD, terdapat 18 bencana alam yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi pada saat intensitas curah hujan Minggu (16/2) lalu.

“18 kejadian ini, terdiri dari satu kejadian bencana angin kencang, sembilan bencana banjir dan delapan bencana longsor,” jelas Daeng.

18 bencana alam ini, ujar Daeng, telah tersebar di enam kecamatan yang ada di Kabupaten Sukabumi. Yakni, Kecamatan Nyalindung, Simpenan, Waluran, Cisolok, Ciemas dan Kecamatan Jampangtengah.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa, hanya saja sejumlah ruas jalan telah tertutup material longsoran. Namun, sekarang sudah bisa dilintasi setelah petugas gabungan melakukan aksi bersih-bersih dengan menggunakan alat berat,” bebernya.

Untuk mengantisipasi bencana serupa, BPBD Kabupaten Sukabumi tidak henti-hentinya melakukan sosialisasi dan memberikan edukasi kepada seluruh warganya, agar meningkatkan kewaspadaannya pada cuaca ekstrim yang dapat berpotensi bencana alam. Seperti banjir, longsr, puting beliung dan lainnya.

“Saya berharap kerjasamanya, bila diwilayahnya terdapat kejadian bencana, disarankan agar segera melaporkannya kepada pemerintah setempat. Iya, ini perlu dilakukan selain untuk meminimalisir terjadinya resiko bencana alam, juga agar persoalan bencana itu dapat segera ditangani,” pungkasnya.

(RS/den/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds