Cuaca Ekstrim, Semoga Bencana Alam di Sukabumi Cepat Berlalu

Material longsor yang menimbun ruas jalan provinsi, tepatnya di Kampung Cipeucang, Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas mengakibatkan kendaraan roda empat maupun roda dua tak bisa lewat.

Material longsor yang menimbun ruas jalan provinsi, tepatnya di Kampung Cipeucang, Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas mengakibatkan kendaraan roda empat maupun roda dua tak bisa lewat.


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Cuaca ekstrim yang menerjang wilayah Sukabumi sejak pagi Minggu (16/2/2020), kembali menimbulkan banyak bencana alam. Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan banjir dan longsor dimana-mana.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, di Kabupaten Sukabumi terdapat beberapa kecamatan yang diterjang bencana alam.

Seperti di wilayah Kampung Gunungbatu, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung. Terjadi retakan tanah di ruas Jalan Raya Nyalindung-Sagaranten yang menyebabkan ruas jalan provinsi tersebut tidak bisa dilintasi oleh kendaraan roda empat.

Selain itu, jalan penghubung antara Desa Bojongkalong dengan Desa Bojongsari dan Desa Sukamaju tepatnya di Jembatan Citalahab Kampung Lebakmuncang, RT 1/3, Desa Bojongsari Kecamatan Nyalindung, setengah badan jalannya ambruk.

Sementara, bencana banjir dan longsor telah menyebabkan tebing di Tanjakan Cipeucang, Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas, longsor hingga mengakibatkan akses jalan provinsi ruas Mareleng-Waluran-Palangpang, tertutup dan tidak bisa dilintasi kendaraan.

Sedangkan longsor di Kampung Cikiray Cibongbon, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, telah menerjang dua rumah milik Supendi (63) dan Sakri (48).

Selain itu, tebing setinggi 10 meter dan pohon jambu kopo setinggi lima meter di pinggir Jalan Kiaradua, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, ambruk dan menimbun badan jalan.

Seorang anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Sukabumi, Udas mengatakan, setelah dilanda hujan deras lokasi pergerakan tanah yang terjadi sejak 2019 lalu, kembali muncul retakan-retakan baru.

“Akibatnya, kendaraan roda empat dialihkan melalui jalan alternatif Cisitu Nyalindung dan Palalangon Kecamatarn Purabaya. Sementara kendaraan dari arah Purabaya, bisa melintasi Cimerang-Desa Bojongtipar, Kecamatan Jampangtengah. Semoga longsor cepat berlalu dan dapat diatasi,” katanya.

Sementara lokasi longsor yang menyebabkan setengah badan jalan ambruk di Kampung Lebakmuncang, RT 1/3, Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung telah menyebabkan kendaraan roda empat tidak bisa melintas jalan kabupaten itu.

“Setengah badan jalan ini, ambruk akibat luapan air dari sungai Citalahab yang menggerus tanah jalan. Sekarang jalan itu, hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua saja,” bebernya.

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds