Stok Darah di PMI Kabupaten Sukabumi Menipis

Ilustrasi Stok labu darah

Ilustrasi Stok labu darah


POJOKJABAR.com, SUKABUMI — Persediaan darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi, masih minim. Kondisi ini disebabkan oleh masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam mendonorkan darah.

Pelayanan Darah di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Sukabumi, Nanang Sukmatalia mengatakan, saat ini stok darah di PMI Kabupaten Sukabumi, sebanyak 60 labu darah.

“Dari total stok darah itu, terdiri dari 10 golongan labu darah A, 20 golongan labu darah B, 20 golongan labu darah O dan 10 stok labu darah golongan AB,” jelas Nanang kepada Radar Sukabumi (Group Pojoksatu.id), Kamis (13/02/2020).

Menurut Nanang, idealnya stok untuk kebutuhan darah di Kabupaten Sukabumi ini, sebanyak 1.500 labu darah per bulannya untuk didistribusikan ke tiga rumah sakit yang ada di Kabupaten Sukabumi. Yakni, Rumah Sakit Jampangkulon, Palabuhanratu dan Rumah Sakit Sekarwangi Cibadak.

“Namun, persediaan darah saat ini belum ideal, bila dibandingkan dengna kebutuhan labu darah di Sukabumi,” paparnya.

Rendahnya kesadaran masyarakat Kabupaten Sukabumi untuk mendonorkan darah, menjadi salah satu penyebab utama persediaan darah PMI di Kabupaten Sukabumi belum ideal.

“Rendahnya kesadaran itu bukan hanya terjadi di masyarakat, tetapi juga di lingkungan lainnya. Seperti di lingkungan perusahaan,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kekurangan stok darah, PMI Kabupaten Sukabumi terus melakukan kerjasama dengan berbagai pihak. Seperti, sejumlah sekolah, perusahaan, perangkat desa dan komunitas.

“Mereka rutin mendonorkan darah per tiga bulan,” timpalnya.

Saat ini, ujar Nanang, masih banyak masyarakat yang percaya mitos menggunakan darah hanya untuk keluarga. Padahal, menurutnya, semua darah yang masuk ke PMI telah melewati uji kesehatan.

“Kebiasaan warga lebih memilih darah yang didonorkan keluarga ketimbang stok yang ada di PMI. Warga enggan mendonorkan kalau bukan keluarga yang membutuhkan,” bebernya.

Pihaknya menambahkan, kedepan PMI Kabupaten Sukabumi akan terus melakukan sosialisasi dan mendekati seluruh stakeholder agar dapat berpartisipasi dalam bakti sosial donor darah.

“Kebutuhan terhadap darah, selama ini sebagian besar diperoleh dari sejumlah sekolah, perangkat desa dan komunitas. Iya, saat ini masih banyak warga yang takut untuk donor darah.

Padahal donor darah ini, dapat bermanfaat dan membantu sesama serta sangat baik dilakukan bagi kesehatan pendonor itu sendiri. Karena dengan donor darah bisa meningkatkan produksi sel darah merah yang baik untuk kesehatan,” pungkasnya.

(RS/den/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds