Kelurahan Baros dan Cisarua Rawan Penyakit DBD

Ilustrasi DBD

Ilustrasi DBD


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Pada bulan Januari 2020, Ditemukan 96 kasus demam berdarah dengue (DBD) di tujuh kecamatan se Kota Sukabumi. Dari jumlah kasus tersebut, warga Kelurahan Cisarua dan Kelurahan Baros yang paling banyak terjangkitnya.

Kepala Bidang Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Kota Sukabumi, dr Lulis Delawati mengatakan, selain DBD ditemukan juga penyakit dengue shock syndrome (DSS) dan demam tinggi.

“Sepanjang Januari 2020 terjadi 96 kasus DBD, 3 kasus DSS dan 18 kasus demam tinggi jadi totalnya 117, “kata Lulis belum lama ini.

Lulis menjelaskan, jumlah temuan tersebut tidak jauh berbeda dengan temuan kasus pada Januari 2019 lalu. Namun untuk tahun ini penderita DBD didominasi masyarakat dari Kelurahan Cisarua dan Kelurahan Baros.

“Untuk kedua Kelurahan Cisarua ditemukan delapan kasus dan Kelurahan Baros pun sama yaitu delapan kasus,”jelasnya.

Lulis mengungkapkan, untuk menghindari terinfeksi virus yang disebarkan melalui nyamuk Aedes aegypti itu, ia meminta masyarakat untuk selalu menjaga Pola Hidup Bersih Sehat (PBHS).

“Utamakan kebersihan lingkungan dan melakukan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui menguras, menutup dan menyingkirkan tempat air (yang tidak terpakai),”ungkapnya.

Namun, lanjut Lulus, jika sampai terpapar penyakit tersebut, masyarakat diminta tidak panik dan memberikan pertolongan pertama terhadap penderita dengan memberikan obat penurun panas dan air minum yang banyak.

“Jika memungkinkan segeralah dibawa ke dokter atau fasilitas kesehatan untuk segera ditangani. Karena jika dibiarkan bisa berbahaya,” pungkasnya.

(RS/upi/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds