Parkir Liar, Dishub Kota Sukabumi Mulai Berlakukan Gembos Ban

Petugas Dinas Perhubungan Kota Sukabumi saat menertibkan parkir liar di salah satu ruas Jalan Kota Sukabumi.

Petugas Dinas Perhubungan Kota Sukabumi saat menertibkan parkir liar di salah satu ruas Jalan Kota Sukabumi.


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Bagi pengendara yang kerap memarkir kendaraannya sembarangan, kini harus berhati-hati dengan petugas Dinas Perhubungan. Setelah sebelumnya, sanksi teguran dan penempelan stiker, kini Dishub akan menindak tegas dengan menggembosi ban para pemarkir liar.

Hal itu, diungkapkan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Abdul Rachman. Menurutnya, sanksi tegas ini mulai diberlakukan pada Senin (kemarin,red) kepada para kendaraan yang parkir liar.

“Mulai hari ini (kemarin,red) kami akan berikan sanksi tegas kepada para pemarkir liar. Karena memang, sanksi sebelumnya teguran, himbauan dan penempelan stiker tindak begitu berdampak besar terhadap masyarakat,” jelasnya kepada Radar Sukabumi (Group Pojoksatu.id), Senin (27/01/2020).

Pemberlakukan sanksi tegas itu, sebut Abdul, merupakan amanat dari Peraturan Daerah (Perda) nomor 5 tahun 2018 mengenai penyelenggaraan Perhubungan. Dimana, bagi kendaraan yang memarkir sembarangan dapat dikenakan sanksi penggembosan hingga parkir paksa.

“Ini dilakukan agar menimbulkan efek jera terhadap para pelanggar parkir yang kian hari menunjukkkan grafik pelanggaran parkir meningkat,” tegasnya.

Abdul juga menyebut, di hari pertama pemberlakuan gembos ban, para petugas sudah menggembosi 15 kendaraan yang parkir sembarangan. Pihaknya juga berharap, dengan sanksi tegas ini masyarakat tidak memarkir kendaraannya sembarangan.

“Tentunya, harapan kami grafik pelanggaran parkir ini menurun seiring diberlakukannya sanksi gembos ban, dan kesadaran di masyarakat juga tumbuh,” imbuhnya.

Sementara itu, Heru salah seorang warga Kota Sukabumi menyambut baik langka tegas dari Dinas Perhubungan tersebut. Menurutnya, jika tidak diberikan sanksi tegas para pelanggar hanya akan patuh saat ada petugas.

“Saya secara pribadi mendukung, karena ini untuk kenyamanan warga kota. Karena memang, sanksi teguran dan stiker saja rasanya kurang begitu berdampak signifikan,” tandasnya.

(RS/upi/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds