Terdampak Pergerakan Tanah, Perbaikan Jalan Nyalindung Harus Tepat

Petugas Dinas PU Jabar saat melakukan pemeliharaan ruas jalan sepanjang 100 meter di lokasi pergerakan tanah.

Petugas Dinas PU Jabar saat melakukan pemeliharaan ruas jalan sepanjang 100 meter di lokasi pergerakan tanah.


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Bencana pergerakan tanah di Kampung Gunungbatu, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, telah menghambat aktivitas arus lalu lintas.

Pasalnya, bencana yang terjadi pada April 2019 itu, selain merusak pemukiman penduduk, lahan pertanian juga, telah mengakibatkan kerusakan pada ruas Jalan Raya Nyalindung -Sagaranten.

Seorang warga Desa Kertangasana, Kecamatan Nyalindung, Tedy (45) mengatakan, semenjak memasuki musim hujan, ruas jalan raya milik pemerintah Provinsi Jawa Barat itu, kondisinya semakin parah.

Bahkan, terdapat retakan tanah di beberapa titik ruas jalan raya yang kerap dilintasi warga dari wilayah Sukabumi Selatan.

“Para pengendara harus ekstra hati-hati saat melintasi jalan ini. Apalagi, di lokasi bencana pergerakan tanah terdapat ruas jalan yang ambles sepanjang 100 meter,” kata Tedy kepada Radar Sukabumi (Group Pojoksatu.id), Senin (06/01/2020).

Akibat bencana alam tersebut, tidak sedikit para pengendara roda dua maupun roda empat yang terjungkal saat melintasi ruas jalan tersebut.

“Ketika wilayah ini dilanda hujan deras, selain mengakibatkan badan jalan menjadi licin, juga menyebabkan perubahan kondisi tanah menjadi banyak yang retak dan ambruk,” imbuhnya.

Sementara itu, Pemerhati Pemeliharan Ruas Jalan Sukabumi- Sagaranten Wilayah II Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Barat, Ujang Komara mengatakan, setiap diguyur hujan deras, telah menyebabkan perubahan pada kondisi tanah. Seperti retakan tanah bahkan hingga ambles. Sehingga berdampak pada badan jalan menjadi mengecil.

“Semenjak memasuki musim hujan, hampir setiap harinya terjadi penurunan pada badan ruas jalan. Bahkan, sampai ada yang ambles,” jelas Ujang.

Lebih lanjut ia menjelaskan, selama belum ada pengalihan jalan, petugas Dinas PU Jawa Barat akan terus melakukan pemantauan di lokasi pergerakan tanah yang melibatkan berbagai pihak instansi terkait maupun pemerintah Kecamatan Nyalindung.

“Untuk rencana pengalihan ruas jalan sudah ada sepanjang dua kilometer lebih,” ujarnya.

Menurutnya, bilamana nanti ruas jalan baru sudah selesai dibangun, maka ruas jalan raya terdampak dari bencana pergerakan tanah akan ditutup dan arus lalu lintasnya dialihkan ke lokasi jalan baru.

“Kami sudah menurunkan alat berat dan sejumlah personil dibantu petugas dari TNI, Kepolisian, tim relawan tanggap benacana dari Kecamatan Nyalindung serta dibantu oleh warga sekitar untuk melakukan pemeliharaan ruas jalan sepanjang 100 meter di lokasi pergerakan tanah,” pungkasnya.

(RS/den/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds