Konsleting Listrik, Rumah di Jampangkulon Hangus Terbakar

Warga saat berjibaku memadamkan api yang membakar rumah Buloh (45) warga Kampung Neglamekar, Rt (7/5), Desa Tanjung, Kecamatan Jampanhkulon, rabu (11/12/19).

Warga saat berjibaku memadamkan api yang membakar rumah Buloh (45) warga Kampung Neglamekar, Rt (7/5), Desa Tanjung, Kecamatan Jampanhkulon, rabu (11/12/19).


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Memasuki, musim penghujan tak membuat kasus kebakaran hilang begitu saja. Buktinya, satu rumah di Kampung Neglamekar, Rt (7/5), Desa Tanjung, Kecamatan Jampangkulon, hangus dilalap si jago merah, Rabu (11/12). Dugaan sementara kebakaran milik Duloh (45) akibat dari konsleting listrik.

Koordinator Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna mengatakan, peristiwa kebakaran yang terjadi sekira pukul 09.30 WIB ini, api pertama kali diketahui tetangga korban.

Warga setempat langsung berupaya mamadamkan api, namun karena bangunan rumah terbuat dari material yang mudah terbakar, sehingga dalam waktu 40 menit rumah hangus hingga nyaris rata dengan tanah.

“Setiba petugas di lokasi kejadian, kondisi api sudah besar. Petugas gabungan sudah berupaya maksimal untuk memadamkan api, namun kondisi apu sulit dipadamkan, selain material rumah korban terbuat dari anyaman bambu, saat kejadaian kondisi angin sedang kencang,” kata Daeng kepada radarsukabumi (Pojoksatu.id Group) melalui telepon selulernya, Rabu (11/12).

Berdasarkan peninjauan petugas dilapangan, diduga kuat kebakaran rumah korban, berasal dari korseleting listrik. Sebab, saat kebakaran tetangga korban banyak yang melihat api pertama menjalar di atap rumah korban.

“Selang berapa menit, api itu langsung menjalar ke bangunan lainnya hingga nyaris rata dengan tanah,” imbuhnya.

Saat ini, seluruh keluarga korban sudah dievakuasi oleh pemerintah setempat ke rumah sanak saudara terdekatnya. Sementara untuk jumlah kerugian ditaksir mencapai Rp75 juta.

Untuk mengantisipasi peristiwa serupa, BPBD Kabupaten Sukabumi menghimbau kepada seluruh warga Kabupaten Sukabumi, untuk meningkatkan kewaspadaannya, terutama saat meninggalkan rumahnya masing-masing. Seperti mengecek kondisi intalansi listrik di rumahnya.

“Saya sarankan kepada warga agar menggunakan kabel listrik yang sesuai dengan PLN. Selain itu, bila bepergian diharapkan mengecek terlebih dahulu rumahnya. Seperti kompor gas, kabel listrik dan lainnya yang dapat berpotensi terjadinya kebakaran. Iya, kebanyakan peristiwa kebakaran terjadi di Sukabumi, khususnya wilayah Sukabumi Selatan terjadi akibat korseleting listrik,” pungkasnya.

(RS/den/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds