Kecamatan Cisaat Jadi Penyumbang Suspect HIV Terbanyak di Kabupaten Sukabumi

Bupati Sukabumi Marwan Hamami saat menyerahan penghargaan kepada relawan peduli Aids di Gor Pemuda Cisaat, Kecamatan Cisaat, selasa (10/12/19).

Bupati Sukabumi Marwan Hamami saat menyerahan penghargaan kepada relawan peduli Aids di Gor Pemuda Cisaat, Kecamatan Cisaat, selasa (10/12/19).


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Hingga September 2019, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sukabumi menemukan sebanyak 108 suspect kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Sementara, jumlahnya didominasi Laki Suka Laki (LSL). Dari informasi yang diperoleh, terhitung dari 2014 hingga September 2019 terdapat 887 kasus yang ditemukan.

“Kasus ini hampir menyebar di setiap kecamatan, tetapi yang terbanyak ditemukan di Kecamatan Cisaat dengan jumlah sekitar 70 orang. Makanya hari ini kami menggelar peringatan Hari AIDS se dunia ini di kecamatan ini,” kata Sekertaris KPA Kabupaten Sukabumi, Damayanti Pramasari kepada wartawan, (10/12).

Damayanti melanjutkan meskipun sampai saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan HIV, namun ada jenis obat yang dapat memperlambat perkembangan virus. Jenis obat ini yakni antiretroviral (ARV).

“Penderita HIV ini bisa mendatangi Klinik Melati yang memberikan pelayanan dan pengobatan ARV,” paparnya.

Virus yang mematikan ini, sambung Damayanti, jika tidak segera diobati dalam kurun waktu 10 tahun bakal meningkat menjadi AIDS.

“Ya, kalau tidak diobati selama 10 tahun akan masuk pada fase AIDS. Kalau yang AIDS itu ada beberapa yang sudah meninggal,” ucapnya.

Loading...

loading...

Feeds

USBN

Soal Rawan Bocor, USBN Dihapus

Tidak tahu ini kabar menggembirakan apa kabar pemerosotan, tingkat kelulusan saat ujian sekolah berstandar nasional (USBN).