Ini Kata Stukpa Lemdikpol Soal Aksi Warga Kumpulkan Koin Beli Jalan Prana

Sidang tuntutan warga Prana./Foto: Rmol

Sidang tuntutan warga Prana./Foto: Rmol


POJOKJABAR.com, SUKABUMI– Aksi pengumpulan koin oleh warga Jalan Prana, Kota Sukabumi mendapat tanggapan dari Stukpa Lemdikpol.

Hal ini terutama terkait niat membeli Jalan Prana yang diklaim milik Stukpa Lemdikpol.

“Tanah milik negara punya prosedur. Itu aset negara prosesnya harus ke Menkeu. Tidak segampang itu menghapus inventaris negara,” ujar Kabag Perencanaan Administrasi Stukpa Lemdikpol AKBP Muhammad Helmi, Selasa (10/12).

Menurutnya, warga tidak seharusnya menuntut. Apalagi sudah diberi akses jalan oleh Stukpa Lemdikpol. Meskipun ada aturan lewat pemortalan.

“Sudah diberi akses seharusnya tidak menuntut seperti itu. Portal pun masih bisa buka tutup sampai jam 21.00,” ucapnya.

Menurutnya, Stukpa Lemdikpol tidak bertindak asal terkait pemortalan. Sebab, memiliki sertifikat yang di mana Jalan Prana itu masuk ke aset Stukpa Lemdikpol yang harus dijaga.

“Kewajiban pimpinan untuk menjaga aset negara itu. Segala diatur oleh aturan dinas. Area masuk wilayah asrama itu tidak ada yang sebebasnya. Pasti dibatasi,” ungkapnya.

Meskipun begitu, dirinya tidak mempersulit ketika ada warga Prana yang melintasi jalan tersebut. Terutama yang sakit ataupun ada kejadian di atas jam 21.00.

“Kalau ada yang sakit dan portal harus dibuka, ya kita buka. Sebab ada yang jaga juga. Kita mengerti tentang hal itu. Termasuk beberapa waktu lalu ada kebakaran, yang dibuka meskipun lewat jam 21.00,” terangnya.

Terkait persidangan atas tuntutan warga Prana, dirinya mengaku mengikuti prosedur. Sehingga bisa diketahui akhirnya.

“Proses diikuti, nanti hasil akhir bisa jelas,” pungkasnya.’

(rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds

Walikota-Depok-Mohammad-Idris

Walikota Depok: Tidak Ada Razia LGBT

Walikota Depok Mohammad Idris memberi penjelasan mengenai statemennya yang diprotes Komnas HAM, karena dianggap melanggar hak privasi masyarakat. Idris membantah …