PT GSI Cikembar Keukeuh Tuntut Menantu Presiden Jokowi Rp5.783.894.574

Suasana proyek perumahan milik menantu Presiden RI Joko Widodo, Bobby Nasution di Kampung Cioray, Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi tampak sepi dan tidak ada aktivitas, jum'at (6/12).

Suasana proyek perumahan milik menantu Presiden RI Joko Widodo, Bobby Nasution di Kampung Cioray, Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi tampak sepi dan tidak ada aktivitas, jum'at (6/12).


Selain itu, ditambah menghukum tergugat untuk membayar ganti kerugian Rp5.783.894.574 dan menyatakan putusan ini dapat dijalankan lebih dahulu, meskipun ada perlawanan banding dan kasasi. Ia menambahkan, tuntuan penggugat yang lainnya yakni menghukum tergugat untuk membayar uang paksa sebesar Rp1.000.000 untuk setiap hari atas kelalaian melaksanakan putusan dalam perkara ini kepada Penggugat.

“PT GSI menggugat proyek perumahan itu, karena tanah dan lumpur dari proyek tersebut telah menerjang dan merusak ke dalam kawasan PT GSI. Pihak penggugat merasa dirugikan karena ia harus mengeluarkan biaya. Seperti membersihkan material lumpur dan air yang masuk kawasan pabrik sepatu. Selain itu, penggugat juga harus membetulkan mesin perusahaannya karena banyak yang rusak. Jadi, pihak penggugat menghukum tergugat untuk membayar ganti kerugian Rp5,7 miliar,” tandasnya.

Sementara itu, Penjabat Sementara (PJs) Kepala Desa Bojongraharja, Ade Mulyadi mengatakan, sebelum terjadi luapan air dan lumpur yang berasal dari kegiatan Cut and Fill untuk proyek perumahan milik menantu Presiden RI ini, pemerintah desa sudah berulang kali mengingatkan kepada pihak perusahaan PT Wirasenan, baik secara lisan maupun tulisan agar segera membuatkan sarana dan prasarana penunjang untuk kegiatan cut and fill.

Seperti, Tembok Penahan Tanah (TPT), drainase dan bak penampungan material cut and fill. Ini harus dilakukan agar saat hujan tiba, material tanah dari bukit yang akan dibangun perumahan bersubsidi tersebut, tidak menerjang pemukiman warga dan kawasan pabrik PT GSI Cikembar.

“Namun sayang surat himbauan itu, tidak diindahkan. Padahal, surat himbauan tersebut dilayangkan bukan hanya oleh pemerintah Desa Bojongraharja dan pemerintah Kecamatan Cikembar saja.

Bahkan, DLH Kabupaten Sukabumi juga sudah turun berulang kali dan memberikan teguran kepada pihak proyek perumahan itu,” katanya.

Warga Desa Bojongraharja, sambung Ade, bukan hanya mempersoalkan kegiatan cut and fill proyek perumahan tersebut, tetapi mereka juga memprotes soal pembebasan lahan yang hingga saat ini belum dilunasi pembayarannya oleh PT Wirasena. “

“Belasan hektare lahan perkebunan dan sawah milik warga sekarang kondisinya sudah hancur, akibat kegiatan cut and fill itu. Sebelumnya, pihak perusahaan berjanji akan membeli semua lahan milik warga yang akan masuk lokasi pembangunan perumahan. Namun, hingga saat ini mereka baru membayar uang mukanya saja. Iya, itu pun belum semuanya,” bebernya.

Loading...

loading...

Feeds