Duda Asal Ciracap Sukabumi Ditemukan Tewas Tergantung di Plafon Rumahnya

ilustrasi gantung diri

ilustrasi gantung diri


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Iwan (36) seorang Duda beranak satu ditemukan tewas tergantung di Plafon rumahnya, juma’t (06/12/19).

Belum bisa dipastikan penyebab tewasnya warga asal Kampung Ciporeang, Rt (6/6) Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran. Hanya saja, pihak keluarga memastikan bahwa Iwan murni karena depresi hingga mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, iwan mengakhiri hidupnya dengan gantung diri dengan menggunakan seutas tali plastik. Kapolsek Ciracap AKP Solikhin melalui Kanit Reskrim Polsek Ciracap Bripka Monik Junaedi mengatakan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh kakak ipar korban yang diketahui bernama Yesi (26) saat hendak mengambil baju untuk anak korban yang bernama Galih (5) sekira pukul 17.00 WIB.

“Saat itu, anak korban menangis mencari ayahnya. Namun, karena tidak ada, akhirnya anak korban langsung menghampiri Yesi sebagai saudaranya korban. Setelah itu, Yesi langsung memasuki rumah korban dengan tujuan untuk mengambil baju anak korban. Namun, saat melihat ka atas plafon, ia kaget karena melihat jasad korban tergantung di plafon,”kata Monik kepada Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group) melalui telepon selulernya, jum’at (6/12/19).

Setelah melihat jasad korban tergantung, ujar Monik, Yesi langsung keluar rumah dan berteriak meminta tolong. Selang berapa menit, puluhan warga berhamburan dan melihat kejadian tersebut.

“Peristiwa gantung diri ini, sempat membuat geger warga Mekarmukti,” ujarnya.

Setelah mendapatkan laporan tersebut, sejumlah anggota Polsek Ciracap bersama TNI, pemerintah Kecamatan Ciracap dan petugas Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) langsung meninjau lokasi kejadian.

“Setiba di lokasi kejadian, kami langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perakara (TKP) dan mengevakuasi jasad korban,” ujarnya.

Berdasarkan olah TKP dan pemeriksaan tim medis, petugas tidak menemukan luka akibat kekerasan di tubuh korban.

“Kematian korban, murni akibat gantung diri, karena depresi. Namun, untuk penyebab depresinya belum kita ketahui secara pasti. Sebab, saat kita mintai keterangan dari keluarganya, mereka masih syok,” paparnya.

Untuk memastikan kematian korban, pihak kepolisian menyarankan kepada keluarganya untuk dilakukan visum dan otopsi. Namun, mereka menolaknya dengan alasan bahwa peristiwa tersebut murni musibah.

“Karena menolak di otopsi, akhirnya jasad korban rencananya akan dikebumikan oleh keluarganya di TPU yang lokasinya tidak jauh dengan rumah duka,” pungkasnya.

(RS/den/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds

Semprot Disinefektan

Pasar Family Mart Disemprot Disinfektan

Pojokbekasi.com – Penyemprotan disinfektan terlaksana di sejumlah kios-kios pedagang pasar Family Mart, Harapan Indah, Pejuang, Medansatria. Penyemprotan dilakukan saat aktivitas …
Kebakaran di Bogor

Gudang Rongsokan di Cibinong Luder Terbakar

POJOKBOGOR.com– Gudang rongsokan di Kampung Muara Beres RT05/03, Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, ludes terbakar, Minggu (9/8). Belum diketahui …
Getaran Cinta

GMKB Gelar Getar Cinta di Ciheuleut Bogor

POJOKBOGOR.com– Gerakan Masyarakat Kota Bogor (GMKB) kembali menyelenggarakan bhakti sosial. Kali ini, kegiatan itu bertajuk Getaran Cinta (Gerakan Tebar Sayuran …