Diterjang Angin Kencang, Atap Ruang Kelas SDN Sangkalih di Sukabumi Ambruk

Ketua Komite SDN Sangkalih, Engkos Kosasih bersama para guru saat membersihkan material bangunan kelas dua yang ambruk, rabu (4/12/19).

Ketua Komite SDN Sangkalih, Engkos Kosasih bersama para guru saat membersihkan material bangunan kelas dua yang ambruk, rabu (4/12/19).


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Atap satu ruang kelas dan bangunan toilet di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sangkalih di Kampung Cikadu, RT (26/7) Desa Caringin, Kecamatan Gegerbitung ambruk setelah diterjang angin kencang.

Berdasarkan informasi yang diperoleh koran ini, diduga ambruknya ruang kelas yang sebelumnya digunakan kelas dua ini karena kondisinya sudah lapuk dan tidak kuat menahan guncangan angin pada Selasa (3/12) sekira pukul 17.15 WIB.

Kepala SDN Sangkalih Ading Suparta mengatakan, meski tidak ada korban jiwa, namun akibat ambruknya satu lokal kelas ini, telah menghambat proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Terlebih lagi, saat ini seluruh siswa di sekolah tersebut tengah menjalani Penilaian Akhir Semester (PAS).

“Saat ini, seluruh siswa kelas dua yang berjumlah 17 siswa, belajarnya di ruang kelas satu dengan sistem shif. Kami terpaksa melakukan ini, karena tidak ada lagi ruangan kelas yang bisa digunakan untuk proses KBM,” kata Ading kepada Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group), Rabu (04/12/2019).

Sebelum bangunan sekolah ambruk, ujar Ading, pihaknya mengaku telah mendapatkan pirasat tidak baik dalam mimpinya.

“Sekitar dua pekan yang lalu, saya bermimpi ruangan kelas satu ambruk. Setelah itu, saya bersama dewan guru langsung mengosongkan ruangan kelas itu. Karena, dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan. Selain banyak genting yang bocor, kayu penyangganya juga sudah lapuk karena termakan usia,” ujarnya.

Pihaknya mengaku, sebelum ruang kelas yang memiliki ukuran 6 × 7 meter itu, ambruk. Pihak sekolah telah mengajukan permohonan bantuan untuk perbaikan gedung sekolah kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi.

“Pada tahun 2017 lalu, saya sudah mengajukan tiga lokal kelas untuk segera direnovasi. Namun, pemerintah hanya mampu memperbaiki bangunan kelas satu dan kelas tiga saja. Sementara ruang kelas dua tidak diperbaiki,” imbuhnya.

Loading...

loading...

Feeds