Penghuni Lahan PT KAI di Sukabumi Mulai Diverifikasi

Sejumlah petugas saat melakukan verifi kasi dan validasi warga yang terdampak pembangunan double track.

Sejumlah petugas saat melakukan verifi kasi dan validasi warga yang terdampak pembangunan double track.


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Dirjen Perkeretaapian mulai melakukan verifikasi dan validasi kepada masyarakat yang terdampak pembangunan double track Kereta Api Sukabumi- Bogor. Pihak PT KAI didamping Lurah Benteng, Tri Hastuti menyisir setiap rumah yang berada di lahan PT KAI.

“Iya kemarin (Senin.red) kami menyisir mendampingi pihak kereta api menyisiri setiap rumah,” ujar Lurah Benteng, Tri Hastuti saat dihubungi Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group), Selasa (03/12/2019).

Hasilnya untuk di wilayah Kelurahan Benteng kata Tri sebanyak 313 kepala keluarga yang terdampak dan sudah diverifi kasi. Diakui Tri Kelurahan Benteng merupakan wilayah terbanyak terdampak pembangunan double track tersebut.

“ Mulai dari kampung Brunei atau di KM 55 sampai dengan perbatasan Kelurahan Nyomplong semuanya terdapat 313 bidang,” terangnya.

Perhitungan warga yang terdampak tersebut bertambah dari hasil konsultan sebelumnya. Soalnya ada kebijakan baru dari pihak Dirjen Perkeretaapian, dimana jika dalam satu atap lebih dari satu kepala keluarga, maka itu dihitung per kepala keluarga.

“Tadinya dihitung itu 1 rumah saja, tapi sekarang kalau 1 rumah dihuni lebih dari 1 keluarga dan ada batas bangunannya itu dihitung masing-masing. Jadi yang dulu 263 bidang atau KK sekarang menjadi 313 bidang atau KK,” jelasnya.

Loading...

loading...

Feeds