Terlilit Rentenir, Satu Keluarga di Sukabumi Terusir

Ilustrasi

Ilustrasi


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Jangan sekali- kali mencoba berurusan dengan rentenir mungkin itu adalah kata yang cocok bagi kita agar tidak terjebak oleh hutang.

Seperti yang dialami oleh satu keluarga yang terpaksa tinggal di gubuk yang berada di Karangpara, Kampung Cipendeuy, Desa Kebon Manggu – Kecamatan Gunungguruh, Sukabumi akibat ditagih utang oleh rentenir dan debt collector .

Sudah sebulan lebih Marlina (33) dan suaminya Dede Sandi mengungsi tinggal di gubuk kebun milik pensiunan TNI. Sosok Marlina yang tercatat sebagai buruh pabrik sepatu ini tidak sendirian, ada tiga anaknya yang ikut dibawa mengungsi dari rumah kontrakan awalnya yang berada di Desa Sirnaresmi Sukabumi. Dalam ceritanya, pengusiran terjadi pada 16 Oktober silam saat dirinya ditagih sejumlah rentenir.

“Waktu itu, kami tidak bisa membayar. Barang-barang yang ada di rumah diambil penagih hutang, sebetulnya kami sudah melaporkan kejadian ini kepada polsek,

“jelas suami Marlina Dede dengan nada terbata-bata belum lama ini. Dirinya bercerita, pada malam itu (16 Oktober red) sekitar pukul 21.00 WIB, keluarganya kedatangan rentenir untuk menagih uang yang dipinjam pada pagi harinya sebesar Rp7 juta.

Mengetahui ada yang menagih, dirinya keluar mencari pimjaman namun tidak mendapatkanya. Saat itu juga Marlina ikut menyusul, namun saat pulang ke kontrakan kondisi barangbarang sudah tidak ada.

“Saya pas pulan waktu itu, yang penagih hutang dan barang-barang dalam kontrakan sudah tidak ada, “tukasnya.

Bahkan berdasarkan pengakuan istrinya, dirinya sempat di itimidasi oleh para penagih hutang hingga menangis karena dibentakbentak. Melihat kejadian tersebut pemilik kontrakan lansung mengusirnya, karena akibat kegaduhan yang terjadi. Dengan terpaksa, keluarga ini angkat kaki untuk mecari kontrakan bari.

Nahas, tidak ada kontrakan yang menerima hingga terlunta-lunta. Hingga pada akhirnya dirinya bersama keluarga mencari tumpangan, alhasil ada seseorang yang dermawan Agus Suhara (81) yang memersilahkan tinggal sementara diatas gubung yang berada di lereng bukit karangpara.

“Saya ditolong oleh abah (Aguswara red) karena melihat kami terlunta-lunta dijalanan, hingga saat ini kami masih bertahan untuk kemudian mencari tempat tinggal yang baru, “terangnya.

Sementara itu, Agus Suhara menceritakan awalnya dirinya melihat keluarga Dede terlunta-lunta saat berada di teras salah satu tetangganya dengan peralatan rumah tangga. Tak berpikir panjang, dengan jiwa kemanusian dirinya langsung menghampiri. Setelah mendengarkan cerita, dirinya langsung bersimpati dengan menawarkan keluarga tersebut untuk tinggal sementara.

“Saat ini saya hanya mencoba menolong sebelum mereka menemukan tinggal baru, saya lakukan atas dasar tugas kemanusiaan, “tukasnya.

(RS/*/hnd/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds