ASN Bisa Kerja di Rumah, Begini Tanggapan Walikota Sukabumi

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi akhirnya bersuara soal rencana pemerintah pusat agar para Aparatur Sipil Negara (ASN) bisa bekerja di luar kantor ataupun di rumah.

Menurut Kang Fahmi, sapaan karib Achmad Fahmi ini, selama rencana tersebut sudah menjadi keputusan pemerintah pusat, pihaknya bakal melaksanakan di daerah. Dengan catatan, pemerintah melakukan kajian-kajian tentang rencana tersebut.

“Bagi kami di daerah ketika sudah menjadi aturan yang dikeluarkan oleh pusat kami terima dan siap untuk melaksanakannya,” aku Fahmi kepada Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group), Senin (25/11/2019).

Kajian yang dimaksud kata Fahmi, yakni kajian dengan baik tentang kedisiplinan, ouput pekerjaan dan efektivitas pelayanan publik bilamana ASN bekerja dirumah ataupun diluar kantor.

“Jadi, kalau sudah dilakukan kajian kami siap untuk menjalankan. Yang pasti, kebijakan tersebut tidak mempengaruhi terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Soal pernyatan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Tjahjo Kumolo, yang menyerahkan aturan dan mekanisme kerja ASN di rumah, Fahmi meminta agar pemerintah pusat tidak melepas begitu saja kepada pemerintah daerah.

“Ya tentunya tidak dilepas seperti itu oleh pak Menteri, karena juklak juknis dan koridornya harus jelas. Jangan kemudian diserahkan terjun bebas kepada daerah,” pinta Fahmi.

Pekan depan, sambung Fahmi, bakal ada kegiatan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi). Selain bakal membahas tentang perampingan reformasi birokrasi juga akan membahas tentang ASN kerja di rumah.

“Selain akan dibahas pada kegiatan Apeksi pekan depan, kami pun akan menyampaikannya kepada pemerintah pusat,” ujarnya.

Kendati demikian, ketika kebijakan tersebut kejadian diputuskan, Fahmi menilai tidak semua ASN bisa bekerja di rumah ataupun di luar kantor. Karena memang, sepeti halnya tenaga teknis harus tetap dilapangan untuk melayani masyarakat.

“Dengan percepatan teknologi informasi, kerja dirumah bisa saja. Mungkin tidak bisa smua SKPD yang melakukan itu,” pungkasnya.

(RS/upi/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds