Soal ‘Sitayo’, Dishub Kota Sukabumi Siapkan Tiga Opsi

Sebanyak lima Bus Rapid Transit (BRT) milik Pemerintah Kota Sukabumi masih belum bisa beroperasi.

Sebanyak lima Bus Rapid Transit (BRT) milik Pemerintah Kota Sukabumi masih belum bisa beroperasi.


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Dinas Perhubungan Kota Sukabumi menyiapkan tiga opsi untuk pengoperasian Bus Rapid Transit (BRT).

Opsi tersebut, mulai dari dikerjasamakan dengan Damri, dikelola oleh badan usaha baik milik daerah ataupun swasta, atau dikelola langsung oleh Dishub.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Abdul Rachman mengungkapkan, pengoperasian lima unit BRT yang merupakan hibah Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi masih terkendala teknis.

“Saat ini belum bisa beroperasi, kita masih mematangkan kajian untuk pengoperasian BRT,” jelasnya, selasa (19/11/19).

Abdul menjelaskan, ada 3 opsi yang harus dipilih untuk pengoperasian BRT. Diantaranya, dikerjasamakan dengan Damri, dikelola oleh badan usaha baik milik daerah ataupun swasta, atau dikelola langsung oleh Dishub.

“Bisa juga dikelola langsung, tapi terkendala anggaran operasional. Kita masih cari solusi terbaik,” katanya.

Selain terkendala dengan pengelolaannya, lanjut Abdul, pengoperasian BRT juga sebelumnya terhambat oleh proses bea balik nama surat kendaraan bermotor (BBNKB) dari Pemerintah Pusat ke Pemerintah Kota Sukabumi.

“Lamanya pengoperasian ini juga karena proses balik nama. Tapi sekarang sudah selesai,” jelasnya.

Abdul menargetkan, masyaralat sudah dapat menikmati layanan BRT dengan kapasitas 40 orang penumpang itu bulan April 2020 mendatang.

“Soal trayek masih sesuai rencana awal. Yakni untuk melayani Jalur Lingkar Selatan, Cibeureum, hingga Cibolang Kaler di Kecamatan Cisaat,” pungkasnya.

(RS/upi/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds

10 Manfaat Menakjubkan Lemon Myrtle

Nama lemon myrtle mungkin agak terdengar asing di telinga kebanyakan orang. Padahal, kita semua pastinya telah sering menggunakan lemon dalam makanan.