Cegah Pohon Tumbang, DLH Segera Pangkas Pepohonan Dipinggiran Jalan di Kota Sukabumi

Petugas DLH saat memangkas pohon yang berpotensi roboh.

Petugas DLH saat memangkas pohon yang berpotensi roboh.


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi segera memangkas pepohonan yang tumbuh dipinggir jalan di kota Sukabumi. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya bencana pohon tumbang yang diakibatkan dari perubahan cuaca.

Kepala Seksi Penataan Jalur Hijau, DLH Kota Sukabumi, Andri Kuswanda mengatakan, target pemangkasan dilakukan di beberapa ruas jalan di Kota Sukabumi, seperti Jalan Bhayangkara, Arif Rahman hakim, dan Jalan KH Ahmad Sanusi.

“Ini merupakan langkah antisipasi, mengingat pada saat memasuki musim penghujan biasa akan diiringi dengan angin kencang. Beberapa pohon diwilayah tersebut segera dipangkas karena berpotensi tumbang dan membahayakan pengguna jalan,”kata Andri, jum’at (15/11/19).

Andri menjelaskan, ada beberapa kriteria pohon yang menjadi target pemangkasan, diantaranya dilihat dari pertumbuhannya, usia serta kondisi pohon itu sendiri. Namun yang paling diutamakan yaitu pohon yang rimbun dan posisinya agak melintang ke jalan raya.

“Target pemangkasan yaitu pohon yang tumbuhnya melengkung ke jalan, sebab pohon yang batangnya melengkung sangat berpotensi patah jika tertimpa hujan disertai angin kencang. Selain itu pemangkasan dilakukan untuk pohon yang tidak sehat (ditumbuhi parasit),” terangnya.

Adapun pemangkasan akan dilakukan oleh lima orang petugas DLH Kota Sukabumi dan bekerjasama dengan Dinas Perhubungan Kota Sukabumi dalam pelaksanaan, sebab beberapa dari puluhan pohon yang rawan tumbang itu tumbuhnya cukup tinggi.

“Kami akan menggunakan sky lift milik Dishub Kota Sukabumi untuk menjangkau beberapa pohon yang cukup tinggi,”ungkapnya.

Lebih jauh Andri menuturkan, pemangkasan pohon tersebut dipastikan tidak akan merusak jalur hijau Kota Sukabumi, sebab pohon yang dipotong hanya beberapa bagian saja seperti dahan-dahan tua ataupun rantingnya.

“Hanya perampingan saja disekitar area yang berbahaya. Adapun yang ditebang yaitu pohon yang sudah rapuh dan mati,”pungkasnya.

(RS/upi/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds