Viral Video Masinis Naiki Lokomotif di Perlintasan Sukabumi, PT.KAI Beri Penjelasan

Viral video Stasiun Parungkuda Sukabumi./Foto: Istimewa

Viral video Stasiun Parungkuda Sukabumi./Foto: Istimewa

POJOKJABAR.com, SUKABUMI– Viral di media sosial (medsos) video detik-detik masinis menaiki lokomotif kereta api persis di depan palang pintu perlintasan dekat Stasiun Parungkuda, Sukabumi.

Terlihat pada video berdurasi sekitar 25 detik ini, awalnya nampak sebuah warung terekam di video tersebut.

Rupanya ada seorang masinis keluar dari warung itu dengan membawa kantung plastik berwarna hitam di tangan kirinya.

Masinis itu tampak bergerak menuju lokomotif yang diduga ia kendarai. Kemudian, tampak ia menaiki lokomotif itu sesantai saat ia berjalan keluar dari warung tadi.

Lalu, masinis itu akhirnya berhasil menaiki lokomotif tersebut, dan pintu pun ditutup. Sementara, terlihat pula para pengendara yang kebanyakan didominasi pengendara sepeda motor masih setia menunggu di balik palang pintu perlintasan kereta api menunggu kereta tersebut bergerak.

Sementara, berdasarkan foto penampakan jalan setapak dan Stasiun Parungkuda nampak jelas sangat berdekatan sekali.

Stasiun Parungkuda Sukabumi

Kondisi Stasiun Parungkuda Sukabumi dan jalanan./Foto: Istimewa

 

PT.KAI pun memberikan klarifikasi terkait video viral tersebut.

“Kami klarifikasi bahwa penutupan perlintasan sebidang tersebut bukan karena sedang menunggu asisten masinis dari Lokomotif CC 206 13 33, melainkan sedang menunggu penumpang naik dan turun kereta di Stasiun Parungkuda, Sukabumi,” ujar VP Public Relations PT KAI (Persero) Edy Kuswoyo melalui keterangan tertulisnya kepada Pojokjabar.com, Jumat (8/11/2019).

Kejadian itu, katanya, berlangsung pada 31 Oktober 2019 di mana KA Pangrango rute Sukabumi-Bogor dengan nomor 393 sedang melakukan pemberhentian di Stasiun Parungkuda untuk proses naik dan turun penumpang.

“Setiap Kereta Api yang berhenti di Stasiun Parungkuda, Lokomotifnya akan menutup Jalan Parakan Salak yang tepat berada di ujung emplasemen stasiun,” akunya.

Hal tersebut, tambahnya, dikarenakan stasiun yang kecil dan emplasemen stasiun yang tidak cukup panjang, sehingga posisi Semboyan 10 G yang merupakan tanda berhenti lokomotif berada sejajar dengan perlintasan sebidang.

“KA Pangrango dengan Nomor 393 memiliki jadwal keberangkatan dari stasiun Sukabumi pukul 15.45 dan tiba di Stasiun Bogor pukul 17.48. KA tersebut terdiri dari 1 Kereta Eksekutif, 1 Kereta Pembangkit, dan 3 Kereta Ekonomi,” ujarnya.

“Tidak benar bahwa Penutupan tersebut dikarenakan menunggu masinis yang sedang membeli makanan,” lanjutnya lagi.

Edy menegaskan bahwa kejadian penutupan perlintasan tersebut selalu terjadi setiap harinya.

“Dan merupakan hal yang normal terjadi di Stasiun Parungkuda,” tandasnya.

Berikut ini videonya:

 

(mar/pojokjabar)

 

Loading...

loading...

Feeds