Ngeri, Tingginya Perceraian di Sukabumi Jadi Sebab Bupati Jadi Gagal

Ilustrasi

Ilustrasi


POJOKJABAR.com, SUKABUMI–┬áBupati Sukabumi dianggap gagal oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sukabumi.

Hal ini terutama dalam merealisasikan salah satu janji politiknya mengenai penyeimbangan penyerapan tenaga kerja antara laki-laki dan perempuan.

“Buktinya, jumlah perceraian di kabupaten banyak. Bahkan, beberapa kasus perceraian diduga akibat banyak istri yang bekerja di pabrik,” ujar Ketua KAMMI Sukabumi Oksa Bactiar Camsyah, Jumat (8/11).

Menurutnya, tingkat perceraian yang tinggi tersebut, menjadi residu dari kegagalan Bupati Sukabumi. Terutama dalam menghadirkan keharmonisan di dalam rumah tangga keluarga Sukabumi.

“Ini akibat kegagalannya pula dalam merealisasikan janji politiknya,” ucapnya.

Berdasarkan data yang diterimanya, rasio tenaga kerja di Kabupaten Sukabumi didominasi oleh perempuan.

Perbandingannya ialah 85 persen perempuan dan sisanya laki-laki.

“Data yang diterima dari anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi beberapa waktu lalu, rasio tenaga kerja laki-laki dan perempuan dalam sektor formal adalah 85 persen perempuan berbanding 15 persen laki-laki. Itu data untuk periode Januari hingga September 2019,” ungkapnya.

Maka dari itu, dirinya menantang bupati Sukabumi bersama jajarannya untuk segera fokus merealisasikan janji politiknya. Terutama di sisa akhir jabatannya.

“Jika itu tidak berhasil, maka Bupati Sukabumi gagal dalam mewujudkan Sukabumi yang lebih baik,” pungkasnya.

(yud/rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds